CERAKEN.ID — Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaaha Illallaahu Wallaahu Akbar, Allahu Akbar Walillaahilhamd. Kumandang takbir menggema di bawah langit cerah Kota Mataram pada pagi 10 Zulhijah 1447 Hijriah.
Suasana penuh khidmat dan kebersamaan menyelimuti pelaksanaan Shalat Iduladha yang dipusatkan di area parkir timur Lombok Epicentrum Mall (LEM), Rabu (27/05/2026).
Ribuan masyarakat memadati lokasi pelaksanaan Shalat Iduladha sejak pagi hari. Ibadah tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri, bersama jajaran asisten, kepala OPD, unsur Forkopimda Kota Mataram, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hari Raya Iduladha kembali menghadirkan ingatan kolektif tentang keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS: kisah pengorbanan, kepatuhan, dan keikhlasan yang melampaui kepentingan duniawi.
Dalam suasana masyarakat modern yang dipenuhi hiruk-pikuk kepentingan sosial dan ekonomi, pesan spiritual Iduladha terasa tetap relevan sebagai pengingat tentang arti iman dan kepedulian terhadap sesama.
Iduladha dan Jejak Pengorbanan Ibrahim
Selain dikenal sebagai hari raya kurban, Iduladha juga disebut Lebaran Haji karena bertepatan dengan puncak pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci Makkah. Momentum ini menjadi pengingat tentang pentingnya keimanan, persaudaraan, dan solidaritas sosial di tengah kehidupan masyarakat.
Bertindak sebagai imam sekaligus khatib Shalat Iduladha, Prof. Dr. KH. M. Zaidi Abdad menyampaikan khutbah bertema “Iduladha dan Seruan Perdamaian Dunia: Belajar dari Pengorbanan Nabi Ibrahim AS di Tengah Krisis Geopolitik Global.”
Dalam khutbah tersebut, ia mengajak umat Islam memaknai pengorbanan Nabi Ibrahim AS bukan sekadar peristiwa sejarah keagamaan, melainkan pelajaran besar tentang ketulusan, pengendalian diri, dan pentingnya menjaga perdamaian di tengah dunia yang terus dilanda konflik.
“Semangat pengorbanan Nabi Ibrahim AS harus menjadi kekuatan moral umat manusia untuk menghadirkan perdamaian dan kemanusiaan di tengah berbagai krisis dunia,” ujarnya.
Pesan itu terasa kuat di tengah kenyataan global yang dipenuhi peperangan, ketimpangan, dan konflik kemanusiaan. Iduladha hadir sebagai seruan agar manusia kembali menempatkan nilai kasih sayang dan pengorbanan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Kebersamaan di Tengah Kota
Pelaksanaan Shalat Iduladha di Kota Mataram berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhusyukan. Ribuan jamaah tampak larut dalam suasana ibadah yang hangat dan penuh persaudaraan. Di tengah keramaian kota, lapangan parkir LEM berubah menjadi ruang spiritual yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat tanpa sekat sosial.
Momentum tersebut memperlihatkan bahwa nilai religius masih menjadi perekat penting dalam kehidupan masyarakat Kota Mataram. Semangat kebersamaan yang tercipta pada pagi Iduladha menghadirkan suasana yang tidak hanya sakral, tetapi juga memperkuat rasa persatuan.
Pada kesempatan itu, H. Lalu Alwan Basri turut menyerahkan satu ekor sapi kurban kepada L. Suyudiningrat Atmanegara. Bantuan hewan kurban dari manajemen LEM tersebut menjadi simbol kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada masyarakat dalam momentum Hari Raya Iduladha.
“Momentum Iduladha harus memperkuat kepedulian sosial dan semangat berbagi di tengah masyarakat,” kata Alwan Basri.
Penyerahan hewan kurban itu tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan, tetapi juga bentuk nyata solidaritas sosial yang terus dijaga di tengah kehidupan perkotaan yang semakin kompleks.
Sapi Kurban Presiden untuk Warga Bebidas
Masih dalam rangkaian Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Mataram juga menyerahkan sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kepada warga Lingkungan Bebidas, Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram.
Sapi jenis metal dengan bobot mencapai 979 kilogram itu diserahkan langsung oleh H. Lalu Alwan Basri kepada Ketua Takmir Masjid Nurul Falah, H. Adnan, disaksikan para asisten Sekda dan sejumlah kepala OPD.
Bantuan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas sosial di Lingkungan Bebidas.
“Bantuan sapi kurban ini merupakan amanah yang harus dikelola dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat,” tegas Alwan Basri.
Masyarakat Bebidas menyambut bantuan tersebut dengan penuh rasa syukur. Kehadiran pemerintah, baik pusat maupun daerah, dinilai menjadi bentuk perhatian nyata terhadap masyarakat dalam momentum hari besar keagamaan.
Takbir dan Harapan Kebersamaan
Di tengah gema takbir yang terus berkumandang, Iduladha di Kota Mataram akhirnya tidak hanya menjadi perayaan ritual tahunan. Ia menjelma menjadi ruang refleksi tentang pentingnya menjaga persaudaraan, merawat kepedulian sosial, dan menghadirkan nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.
Kebersamaan yang tercipta di bawah langit Mataram pagi itu memperlihatkan bahwa di tengah perubahan zaman, masyarakat masih menyimpan harapan yang sama: hidup dalam suasana damai, saling membantu, dan saling menguatkan. (*)
Editor : ceraken editor
Sumber Berita: ppid kota mataram































































