Menembus Batas, MengEMASkan Indonesia: Arah Baru Pegadaian di Usia 125 Tahun

Kamis, 2 April 2026 - 14:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ist/ceraken.id

Foto: ist/ceraken.id

CERAKEN.ID — Perayaan Hari Ulang Tahun ke-125 PT Pegadaian menjadi momentum reflektif sekaligus proyeksi masa depan bagi salah satu institusi keuangan tertua di Indonesia.

Dalam upacara yang berlangsung khidmat di Jakarta, 1 April 2026, Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menyampaikan sambutan yang tidak hanya menegaskan capaian perusahaan, tetapi juga menggarisbawahi arah transformasi yang kian progresif di tengah dinamika global.

Dengan balutan salam lintas agama dan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, sambutan tersebut menegaskan bahwa perjalanan Pegadaian selama 125 tahun bukan sekadar catatan usia, melainkan kisah panjang pengabdian kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam rentang waktu lebih dari satu abad, Pegadaian telah melewati berbagai fase, dari masa kolonial, era kemerdekaan, hingga era digital, dan tetap bertahan sebagai lembaga yang dipercaya masyarakat.

Transformasi Adalah Kebutuhan

Damar menekankan bahwa ketangguhan Pegadaian terletak pada kemampuannya beradaptasi. Transformasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Dari layanan gadai konvensional, Pegadaian kini menjelma menjadi institusi keuangan modern yang mengedepankan inovasi, digitalisasi, dan inklusi. Perubahan ini tidak hanya menjawab tuntutan zaman, tetapi juga memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat yang semakin beragam.

Sepanjang beberapa tahun terakhir, kinerja Pegadaian menunjukkan tren yang positif. Pertumbuhan bisnis yang signifikan, didukung oleh sinergi dan kolaborasi internal yang kuat, menjadi indikator bahwa perusahaan berada di jalur yang tepat.

Inovasi produk terus dilakukan untuk menjawab kebutuhan nasabah, sementara transformasi layanan digital menghadirkan kemudahan akses yang sebelumnya tidak terbayangkan.

Di sisi lain, penguatan tata kelola perusahaan menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan.

Integritas dan profesionalisme ditegaskan sebagai nilai utama, seiring dengan upaya mitigasi risiko yang berkelanjutan. Dalam dunia keuangan yang penuh tantangan, kepercayaan menjadi aset paling berharga dan Pegadaian menyadari betul pentingnya menjaga amanah tersebut.

Momentum ulang tahun ke-125 ini juga menjadi saksi langkah besar Pegadaian dalam memperluas kiprah ke tingkat internasional.

Setelah mencatat sejarah sebagai Bank Emas pertama di Indonesia yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2025, Pegadaian kini melangkah lebih jauh melalui program “Initial Step Towards Global Action”.

Langkah konkret dari program ini adalah pembukaan cabang internasional pertama di Timor-Leste pada 30 Maret 2026. Kehadiran Pegadaian di negara tersebut menjadi simbol kepercayaan internasional terhadap model bisnis yang selama ini dikembangkan di Indonesia.

Baca Juga :  Pemimpin yang Menyupiri Tamu: Wajah Transformasi dari Museum Negeri NTB

Tidak hanya itu, ekspansi ini juga membuka peluang baru dalam memperkuat hubungan ekonomi lintas negara.

Pada waktu yang hampir bersamaan, Pegadaian juga menjalin kerja sama strategis dengan Sumitomo Mitsui Banking Corporation dalam bidang pendanaan. Penandatanganan nota kesepahaman di Tokyo menjadi bukti bahwa Pegadaian mulai diperhitungkan dalam ekosistem keuangan global.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat struktur permodalan sekaligus membuka akses terhadap pasar internasional yang lebih luas.

Tak kalah penting, Pegadaian juga tengah mengembangkan produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis emas. Produk ini memungkinkan masyarakat untuk berinvestasi emas secara lebih fleksibel melalui bursa saham, dengan emas fisik sebagai underlying asset.

Inovasi ini menunjukkan bahwa Pegadaian tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga berupaya menjadi pelopor dalam pengembangan instrumen keuangan berbasis emas.

Kekuatan Sumber Daya Manusia

Meski berbagai capaian dan inovasi telah diraih, Damar mengingatkan bahwa kekuatan utama Pegadaian tetap terletak pada sumber daya manusianya.

Insan Pegadaian disebut sebagai pilar utama yang menjaga keberlangsungan perusahaan. Semangat #MelayaniSepenuhHati menjadi nilai yang terus digaungkan, menempatkan pelayanan sebagai bentuk pengabdian, bukan sekadar kewajiban.

Pelayanan yang dimaksud bukan hanya cepat dan efisien, tetapi juga penuh empati dan integritas. Dalam konteks ini, Pegadaian berupaya membangun hubungan yang lebih dekat dengan nasabah, memahami kebutuhan mereka, serta memberikan solusi yang tepat.

Kepercayaan masyarakat tidak datang dengan sendirinya, melainkan dibangun melalui konsistensi dalam memberikan layanan terbaik.

Filosofi peringatan 125 tahun juga tercermin dalam identitas visual yang diusung. Angka 125 melambangkan kematangan dan pengalaman panjang, sementara warna hijau menggambarkan pertumbuhan dan keberlanjutan.

Elemen Merah Putih menjadi simbol komitmen nasionalisme, menegaskan bahwa Pegadaian tetap berakar pada kepentingan bangsa.

Tagline “MengEMASkan Indonesia” menjadi inti dari semangat peringatan ini. Frasa tersebut tidak hanya bermakna harfiah, tetapi juga mengandung pesan tentang upaya Pegadaian dalam meningkatkan kecerdasan finansial masyarakat melalui literasi dan inklusi keuangan berbasis emas.

Baca Juga :  PWI NTB Kirim Doa untuk Almarhum Zulmansyah Sekedang

Di tengah tantangan ekonomi global, penguatan ekonomi kerakyatan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas nasional.

Damar juga menyoroti pentingnya kebersamaan dalam menghadapi tantangan. Sinergi dan kolaborasi antar insan Pegadaian, dari Sabang hingga Merauke, bahkan hingga ke luar negeri, menjadi kekuatan yang tidak ternilai.

Fondasi Integritas

Namun, ia menegaskan bahwa kebersamaan harus dibangun di atas fondasi integritas. Tanpa integritas, kebersamaan hanya akan menjadi slogan tanpa makna.

Dalam konteks ini, komitmen terhadap nilai-nilai perusahaan menjadi sangat penting. Penerapan prinsip anti-fraud, serta internalisasi nilai-nilai BRILiaN Way—Integrity, Collaborative, Accountability, Growth Mindset, dan Customer Focus—menjadi panduan dalam setiap aktivitas kerja.

Nilai-nilai ini tidak hanya membentuk budaya organisasi, tetapi juga memastikan keberlanjutan perusahaan di masa depan.

Menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat, Pegadaian dituntut untuk terus berinovasi dan adaptif. Perubahan yang terjadi di tingkat global harus direspons dengan strategi yang tepat.

Pegadaian tidak bisa lagi hanya mengandalkan kekuatan domestik, tetapi harus mampu bersaing di tingkat internasional.

Namun demikian, di tengah berbagai ambisi dan ekspansi, Pegadaian tetap menempatkan kebermanfaatan sebagai tujuan utama. Produk dan layanan yang dikembangkan diharapkan tidak hanya memberikan keuntungan finansial, tetapi juga membawa kemaslahatan bagi masyarakat.

Prinsip ini menjadi pengingat bahwa bisnis yang baik adalah bisnis yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Pada akhirnya, peringatan 125 tahun Pegadaian menjadi titik temu antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Sebuah perjalanan panjang yang penuh tantangan, namun juga sarat dengan pencapaian.

Dengan semangat baru dan langkah yang semakin mantap, Pegadaian berupaya menegaskan perannya sebagai institusi keuangan yang tidak hanya unggul di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di panggung global.

Dengan demikian, ulang tahun ke-125 ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari babak baru. Babak di mana Pegadaian terus bergerak maju, memperluas jangkauan, dan memperkuat kontribusi bagi bangsa.

Sebuah komitmen untuk terus mengEMASkan Indonesia; hari ini, esok, dan di masa yang akan datang. (aks)

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: liputan

Berita Terkait

PWI NTB Kirim Doa untuk Almarhum Zulmansyah Sekedang
Meneguhkan Komitmen di Usia 125 Tahun: Inklusi Keuangan, Transformasi Digital, dan Peran Strategis di Kawasan Bali–Nusa Tenggara
Bangket, Monyet, dan Plastik: Lanskap Kreativitas di Kaki Gunung Pengsong
Pemimpin yang Menyupiri Tamu: Wajah Transformasi dari Museum Negeri NTB
Prof. Munirah Hasjim: Menjadikan Perpustakaan Unhas Ruang Hidup bagi Para Pencari Ilmu
Jurnalisme Kebangsaan Ajoeba Wartabone di Masa Revolusi Indonesia
Strategi I Ketut Gede Winata Membangun Pegadaian Cabang Selong yang Produktif dan Humanis
Prof Aminuddin Salle: Balla Barakkaka ri Galesong, dan Kepemimpinan Appaka Sulapak

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 08:26 WITA

PWI NTB Kirim Doa untuk Almarhum Zulmansyah Sekedang

Selasa, 14 April 2026 - 17:08 WITA

Meneguhkan Komitmen di Usia 125 Tahun: Inklusi Keuangan, Transformasi Digital, dan Peran Strategis di Kawasan Bali–Nusa Tenggara

Minggu, 12 April 2026 - 12:37 WITA

Bangket, Monyet, dan Plastik: Lanskap Kreativitas di Kaki Gunung Pengsong

Senin, 6 April 2026 - 22:38 WITA

Pemimpin yang Menyupiri Tamu: Wajah Transformasi dari Museum Negeri NTB

Kamis, 2 April 2026 - 14:50 WITA

Menembus Batas, MengEMASkan Indonesia: Arah Baru Pegadaian di Usia 125 Tahun

Berita Terbaru

Langkah ini bukan sekadar respons jangka pendek terhadap keterbatasan anggaran. Ia mencerminkan upaya untuk membangun fondasi keuangan yang lebih adaptif, inovatif, dan berkelanjutan (Foto: pemkot mataram / ceraken.id)

AJONG MENTARAM

Melampaui Batas Fiskal: Mataram dan Jalan Baru Pembiayaan Daerah

Kamis, 23 Apr 2026 - 13:10 WITA

SOSIAL EKONOMI

ITDC Dukung Media Gathering JMSI NTB di Kawasan Mandalika

Rabu, 22 Apr 2026 - 10:43 WITA