CERAKEN.ID — Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi NTB menyelenggarakan Seminar Rancangan Aktualisasi Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Tahun 2026.
Kegiatan ini menjadi fase krusial dalam proses pembentukan karakter dan kompetensi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lingkup Pemerintah Provinsi NTB.
Seminar rancangan bukan sekadar agenda presentasi. Ia merupakan ruang uji gagasan, tempat para CPNS memaparkan rencana aktualisasi yang akan diterapkan di unit kerja masing-masing.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rancangan tersebut lahir dari proses identifikasi isu-isu strategis di tempat tugas, yang kemudian dirumuskan menjadi program atau inovasi yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik serta penguatan nilai dasar ASN BerAKHLAK.
Dalam forum itu, peserta tidak berjalan sendiri. Para penguji, coach, dan mentor memberikan masukan, kritik, serta arahan penyempurnaan.
Tujuannya jelas: memastikan setiap rancangan aktualisasi benar-benar aplikatif, terukur, dan berdampak nyata bagi organisasi. Dengan demikian, Latsar tidak berhenti pada tataran teori, melainkan mendorong lahirnya solusi konkret atas persoalan birokrasi sehari-hari.
Tahapan berikutnya menjadi ujian sesungguhnya. Selama 30 hari kerja, peserta kembali ke instansi masing-masing untuk mengimplementasikan rancangan yang telah diseminarkan.
Di sinilah konsep pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dijalankan. Peserta tidak hanya melaksanakan program, tetapi juga mendokumentasikan proses, tantangan, serta capaian hasilnya sebagai bagian dari refleksi profesional.
Setelah masa aktualisasi, seluruh peserta kembali mengikuti pembelajaran klasikal selama enam hari yang dipusatkan di Kampus BPSDMD Provinsi NTB. Tahapan ini menjadi ruang refleksi dan evaluasi kolektif.
Pengalaman lapangan dibedah, diperkuat dengan substansi pembelajaran, sekaligus menjadi penegasan komitmen nilai-nilai ASN sebelum peserta dinyatakan lulus dari rangkaian Latsar.
Rangkaian proses tersebut menunjukkan bahwa pembentukan aparatur sipil negara tidak lagi bertumpu pada pola lama yang serba administratif. Latsar dirancang untuk menumbuhkan ASN yang profesional, berintegritas, serta adaptif terhadap dinamika birokrasi modern.
ASN tidak hanya dituntut memahami regulasi, tetapi juga mampu membaca persoalan, menawarkan inovasi, dan mengeksekusinya secara terukur.
Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin cepat, transparan, dan berbasis teknologi, kehadiran CPNS yang terlatih secara konseptual dan praktis menjadi kebutuhan mendesak.
Pemerintah Provinsi NTB melalui BPSDMD berupaya memastikan bahwa setiap CPNS yang lulus Latsar bukan hanya memenuhi syarat administratif, melainkan juga siap berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Seminar Rancangan Aktualisasi Latsar CPNS 2026 menjadi penanda bahwa transformasi birokrasi dimulai dari ruang-ruang belajar. Dari sana, gagasan dirancang, diuji, dan diwujudkan.
Pada akhirnya, kualitas pelayanan publik dan kemajuan daerah sangat ditentukan oleh kualitas aparatur yang menggerakkannya.**
Penulis : aks
Editor : ceraken editor
Sumber Berita: akun bpsdmd prov ntb































































