SD Negeri Parinring Makassar, Bagikan Lebih 200 Paket Takjil: Implementasikan Program INSAN

Sabtu, 14 Maret 2026 - 08:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perwakilan murid-murid kelas 1-6 dalam kegiatan bagi-bagi takjil, sebagai implementasi program inovasi INSAN (Foto: ist/ceraken.id)

Perwakilan murid-murid kelas 1-6 dalam kegiatan bagi-bagi takjil, sebagai implementasi program inovasi INSAN (Foto: ist/ceraken.id)

CERAKEN.ID — Murid-murid SD Negeri Parinring, Kota Makassar, menunjukan kepedulian dan solidaritas sosial dengan membagikan 204 paket takjil bagi warga yang melintas di Jalan Tamangapa Raya, pada Jumat, 13 Maret 2026.

Bagi-bagi takjil itu merupakan kegiatan Jumat Ibadah sekaligus amaliah Ramadan yang rutin dilakukan.

Selama bulan Ramadan 1447 Hijriah, murid-murid sekolah di Kecamatan Manggala itu, mengumpulkan infak dan sedekah, melalui program inovasi INSAN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, hari ini kami mengadakan kegiatan berbagi takjil, sebagai wujud implementasi program inovasi INSAN,” ucap Andi Etty Cahyani, S.Pd, M.Pd, Plt Kepala UPT SPF SD Negeri Parinring.

INSAN merupakan akronim dari infak untuk solidaritas sosial kemanusiaan.

Baca Juga :  Ekonomi Indonesia Melaju 5,61 Persen, Sinyal Keluar dari “Kutukan” Pertumbuhan Lima Persen

Dana untuk takjil diperoleh dari hasil celengan murid-murid, pada setiap Jumat.

Tujuan program INSAN, yakni menumbuhkan semangat beramal soleh, melalui derma, infak, dan sedekah.

Kepala sekolah dan guru-guru SD Negeri Parinring saat kegiatan bagi-bagi takjil (Foto: ist/ceraken.id)

Juga bertujuan mendorong anak-anak punya inisiatip untuk mengorganisasikan bantuan sosial sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas sosial.

Kegiatan bagi-bagi takjil oleh murid-murid SD Negeri Parinring dikoordinasikan oleh Guru PAI (Pendidikan Agama Islam), masing-masing Hasmawati,S.Pd.I, dan Tasmiah,S.Pd.I, serta Bu Mutmainnah yang merupakan tenaga kependidikan.

“Isi takjilnya berupa ayam krispi, mie goreng, lalapan, dan air mineral. Jumlahnya ada sebanyak 204 paket,” terang Andi Etty Cahyani.

Kegiatan bagi-bagi takjil dilakukan langsung oleh murid-murid kelas 1-6, melalui perwakilan kelas. Masing-masing kelas terdiri dari dua siswa.

Baca Juga :  Menjaga Napas Pembangunan dari Jerat Utang

“Biar anak-anak semakin erat tali silaturahminya, dan memperoleh keberkahan melalui amalan mulia yang mereka lakukan,” tambah Andi Etty Cahyani.

Selama bulan Ramadan, umat Islam memang dianjurkan memperbanyak ibadah dan amalan-amalannya. Sebab ibadah puasa mengajarkan keikhlasan, disiplin diri, dan kepekaan sosial.

Melalui bagi-bagi takjil seperti yang dilakukan murid-murid dan guru SD Negeri Parinring, itu menggambarkan bentuk rasa syukur atas nikmat rezeki yang Allah SWT berikan.

“Semoga kegiatan bagi-bagi takjil berbuah pahala bagi anak-anak, orangtua, dan guru-guru kami, dan menghadirkan keberkahan bagi mereka yang menerima manfaatnya,” harap Andi Etty Cahyani. (*)

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: liputan rt

Berita Terkait

Menjembatani Kebersamaan dari Pesantren: Saat Silaturahmi Menjadi Gerakan Sosial
Dari Bedah Rumah hingga Modal Usaha: Ikhtiar Menteri PKP Menggerakkan Ekonomi Rakyat
Menjaga Napas Pembangunan dari Jerat Utang
Menembus Kutukan Lima Persen
Desa Berdaya dan Jalan Panjang Melawan Kemiskinan di NTB
Perbankan Nasional Tetap Tangguh, Kredit Tumbuh di Tengah Gejolak Global
Ekonomi Indonesia Melaju 5,61 Persen, Sinyal Keluar dari “Kutukan” Pertumbuhan Lima Persen
APBN 2026 Tumbuh Ekspansif, Sinyal Optimisme Ekonomi Nasional di Tengah Dinamika Global

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:38 WITA

Menjembatani Kebersamaan dari Pesantren: Saat Silaturahmi Menjadi Gerakan Sosial

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:42 WITA

Dari Bedah Rumah hingga Modal Usaha: Ikhtiar Menteri PKP Menggerakkan Ekonomi Rakyat

Selasa, 19 Mei 2026 - 00:18 WITA

Menjaga Napas Pembangunan dari Jerat Utang

Jumat, 15 Mei 2026 - 23:13 WITA

Menembus Kutukan Lima Persen

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:33 WITA

Desa Berdaya dan Jalan Panjang Melawan Kemiskinan di NTB

Berita Terbaru

OPINI

Teori Konvergensi, World Cup 2026 dan Pariwisata Mendunia

Sabtu, 6 Jun 2026 - 17:17 WITA

Diperlukan gerakan kolektif yang menjangkau keluarga, sekolah, komunitas, hingga ruang publik agar perubahan dapat berlangsung secara berkelanjutan (Foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

INFORIAL

Suara Kesetaraan dari Bumi Gora

Jumat, 5 Jun 2026 - 10:59 WITA