Sholat Ied Perdana di Masjid Ashabul Jannah Dispusarsip Provinsi Sulawesi Selatan

Senin, 23 Maret 2026 - 00:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ustaz Ambo Ako, S.Ag, M.Pd.I, Khatib sholat Ied perdana di Masjid Ashabul Jannah Makassar (Foto: rt/ceraken.id)

Ustaz Ambo Ako, S.Ag, M.Pd.I, Khatib sholat Ied perdana di Masjid Ashabul Jannah Makassar (Foto: rt/ceraken.id)

CERAKEN.ID —  Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd. Allah Maha Besar dan bagi Allah segala pujian.

Gema takbir, tahlil, dan tahmid berkumandang dari menara Masjid Ashabul Jannah, sejak subuh. Masjid di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusarsip) Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Sultan Alauddin, Talasalapang, Makassar itu, mengadakan sholat Ied perdana pada Sabtu, 21 Maret 2026, bertepatan dengan 1 Syawal 1447 Hijriah.

Suara kumandang takbir, tahlil, dan tahmid itu, bukan cuma keluar dari toa menara masjid, tetapi juga dari speaker yang dipasang khusus menghadap ke jalan raya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sehingga suasana perayaan Hari Raya Idulftri, sangat terasa, menyambut jamaah yang datang di hari kemenangan.

Bukan cuma staf dan pustakawan Dispusarsip Provinsi Sulawesi Selatan, tetapi juga warga di sekitar Talasalapang, security kantor, dan penggiat literasi.

Baca Juga :  Menata Ulang BPBD: Dari Pemadam Krisis Menjadi Pengelola Risiko Bencana

Antara lain tampak di antara jamaah sholat Ied, Mohammad Hasan Sijaya, Pustakawan Ahli Utama (Pustama), Andi Irawan Bintang, Pustama, dan Nasyidah (Pustama).

Juga tampak di antara jamaah, Andi Ilham Gazaling (Arsiparis Utama), dan Rusdin Tompo, penulis, penggiat literasi dan Koordinator Satupena Sulawesi Selatan.

Khatib sholat Ied perdana di Masjid Ashabul Jannah adalah ustaz Ambo Ako, S.Ag, M.Pd.I, sedangkan yang bertindak sebagai imam, yakni Syamsul Bahri, S.Pd.I.

Setelah sholat Ied, menyantap menu khas Lebaran (Foto: rt/ceraken.id)

Khatib dalam khotbahnya menyampaikan bahwa Hari Raya Idulfitri merupakan momen mempererat persatuan, dan persaudaraan.

Ambo Ako mengajak jamaah yang hadir untuk lebih menyamakan pandangan dan menyatukan langkah. Sebab, bila kita bersatu akan lebih kuat.

Idulfitri juga merupakan momen untuk lebih membangun kepekaan dan kepedulian sosial. Jangan lagi, imbuhnya, ada jurang pemisah antara kaya dan miskin.

Baca Juga :  Iduladha di Bumi Gora dan Seruan Merawat Kepedulian

Ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh telah mengajarkan kita akan pentingnya solidaritas sosial.

Untuk itu, khatib mengajak jamaah untuk selalu menyambung silaturahmi, kunjung-mengunjungi, dan saling memaafkan.

Ketua Pengurus Masjid Ashabul Jannah, Syamsuddin, menyampaikan, sebelumnya pihaknya telah menginfokan rencana pelaksanaan sholat Ied tersebut.

Penyampaian yang disebarkan melalui medsos dan grup WhatsApp itu, ditandatangani oleh Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Prof Dr Muhammad Jufri, M.Si, M.Psi, Psikolog.

Dalam penyampaiannya, diimbau agar staf yang tidak mudik hadir untuk melaksanakan sholat Idulfitri bersama-sama.

Diharapkan, pelaksanaan sholat Ied berjamaah ini akan mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan rasa kebersamaan, serta memperkuat semangat kekeluargaan di antara kita semua.

Setelah sholat Ied, jamaah bersalam-salaman, dan saling memaafkan. Setelah itu lanjut makan bersama dengan menu khas Lebaran. (*)

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: liputan rt

Berita Terkait

Menata Ulang BPBD: Dari Pemadam Krisis Menjadi Pengelola Risiko Bencana
Suara Kesetaraan dari Bumi Gora
Rahmatan Lil Alamin di Panggung Sasambo
Menjaga Ingatan, Mencegah Kehilangan: Simulasi Kebakaran di Museum Negeri NTB
Pancasila dari Bumi Gora untuk Perdamaian Dunia
Desa Berdaya, Menanam Harapan dari Akar Pembangunan NTB
Iduladha di Bumi Gora dan Seruan Merawat Kepedulian
Akademi Isin Angsat dan Ikhtiar Membaca Laut dari Perspektif Seni

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:15 WITA

Menata Ulang BPBD: Dari Pemadam Krisis Menjadi Pengelola Risiko Bencana

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:59 WITA

Suara Kesetaraan dari Bumi Gora

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:36 WITA

Rahmatan Lil Alamin di Panggung Sasambo

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:17 WITA

Menjaga Ingatan, Mencegah Kehilangan: Simulasi Kebakaran di Museum Negeri NTB

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:23 WITA

Pancasila dari Bumi Gora untuk Perdamaian Dunia

Berita Terbaru

Diperlukan gerakan kolektif yang menjangkau keluarga, sekolah, komunitas, hingga ruang publik agar perubahan dapat berlangsung secara berkelanjutan (Foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

INFORIAL

Suara Kesetaraan dari Bumi Gora

Jumat, 5 Jun 2026 - 10:59 WITA

BEDAH BUKU

Menyembah Bendoro Cuan: Catatan Perlawanan dari Pinggir Zaman

Jumat, 5 Jun 2026 - 00:42 WITA