Wastra NTB Menembus Dunia: Diplomasi Budaya dari Mataram ke Australia

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wastra Lombok, menurut Bunda Sinta (ketiga dari kiri), memiliki potensi besar untuk dikenal lebih luas dan diapresiasi secara global (Foto: pemprov ntb/ceraken.id)

Wastra Lombok, menurut Bunda Sinta (ketiga dari kiri), memiliki potensi besar untuk dikenal lebih luas dan diapresiasi secara global (Foto: pemprov ntb/ceraken.id)

CERAKEN.ID — Mataram, 26 Maret 2026 — Langkah membawa kekayaan budaya daerah ke panggung internasional kian menemukan momentumnya.

Dari Mataram, semangat itu digaungkan melalui rencana pameran wastra Nusa Tenggara Barat (NTB) di Australia, sebuah upaya yang tidak hanya mempromosikan kain tradisional, tetapi juga meneguhkan identitas budaya di mata dunia.

Dukungan penuh terhadap agenda ini disampaikan Ketua TP PKK NTB sekaligus Ketua Dekranasda NTB, Sinta Agathia, saat menerima audiensi Kepala Museum Negeri Nusa Tenggara Barat bersama jajaran di Pendopo Barat, Kamis (26/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertemuan tersebut membahas rencana pameran wastra yang akan digelar melalui kerja sama dengan Art Gallery of South Australia.

Bagi Sinta Agathia, atau yang akrab disapa Bunda Sinta, pameran ini bukan sekadar agenda budaya, melainkan momentum strategis. Wastra Lombok, menurutnya, memiliki potensi besar untuk dikenal lebih luas dan diapresiasi secara global.

“Pameran ini menjadi peluang besar untuk memperkenalkan wastra Lombok secara lebih luas. Kita ingin budaya NTB tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing dan diapresiasi di tingkat internasional,” ujarnya.

Ia menegaskan, promosi budaya melalui wastra menjadi bagian penting dalam mendukung visi pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan Nusa Tenggara Barat yang makmur dan mendunia.

Baca Juga :  Pancasila dari Bumi Gora untuk Perdamaian Dunia

Sementara itu, Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, menekankan bahwa pameran tersebut merupakan bagian dari kerja sama internasional sekaligus praktik nyata diplomasi budaya.

“Ini bukan sekadar pameran, tetapi bagian dari diplomasi budaya. Kita ingin menunjukkan bahwa warisan budaya NTB memiliki daya tarik kuat di tingkat global,” jelasnya.

Pameran yang direncanakan akan berlangsung di Adelaide ini mengusung tema Lombok dan Bali, serta dirangkaikan dengan peluncuran buku Two Islands, One Thread: Textiles of Lombok & Bali.

Dalam kesempatan itu, Museum NTB akan menampilkan sekitar enam koleksi wastra unggulan yang merepresentasikan kekayaan tekstil tradisional daerah.

Menariknya, ketertarikan masyarakat Australia terhadap budaya Lombok dan Bali bukan hal baru.

Sejumlah koleksi terkait bahkan telah menjadi bagian dari koleksi permanen di Art Gallery of South Australia. Hal ini menunjukkan bahwa wastra NTB memiliki resonansi kuat di kancah internasional.

Baca Juga :  Akademi Isin Angsat dan Ikhtiar Membaca Laut dari Perspektif Seni

Lebih lanjut, pihak AGSA juga telah mengirimkan undangan resmi kepada Ketua Dekranasda NTB untuk menghadiri pameran dan simposium yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026. Undangan serupa turut ditujukan kepada Gubernur NTB, menandai pentingnya agenda ini dalam diplomasi budaya antarnegara.

Audiensi ini menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas negara, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi promosi wastra NTB di panggung global. Pemerintah Provinsi NTB berharap, inisiatif ini tidak hanya memperkenalkan budaya, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.

Di balik selembar kain tradisional, tersimpan cerita panjang tentang identitas, kearifan lokal, dan perjalanan peradaban. Kini, dari NTB untuk dunia, wastra tak lagi sekadar warisan, melainkan jembatan yang menghubungkan budaya, ekonomi, dan diplomasi dalam satu helai benang yang sama.(*)

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: akun pemprov ntb

Berita Terkait

Menata Ulang BPBD: Dari Pemadam Krisis Menjadi Pengelola Risiko Bencana
Suara Kesetaraan dari Bumi Gora
Rahmatan Lil Alamin di Panggung Sasambo
Menjaga Ingatan, Mencegah Kehilangan: Simulasi Kebakaran di Museum Negeri NTB
Pancasila dari Bumi Gora untuk Perdamaian Dunia
Desa Berdaya, Menanam Harapan dari Akar Pembangunan NTB
Iduladha di Bumi Gora dan Seruan Merawat Kepedulian
Akademi Isin Angsat dan Ikhtiar Membaca Laut dari Perspektif Seni

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:15 WITA

Menata Ulang BPBD: Dari Pemadam Krisis Menjadi Pengelola Risiko Bencana

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:59 WITA

Suara Kesetaraan dari Bumi Gora

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:36 WITA

Rahmatan Lil Alamin di Panggung Sasambo

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:17 WITA

Menjaga Ingatan, Mencegah Kehilangan: Simulasi Kebakaran di Museum Negeri NTB

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:23 WITA

Pancasila dari Bumi Gora untuk Perdamaian Dunia

Berita Terbaru

Diperlukan gerakan kolektif yang menjangkau keluarga, sekolah, komunitas, hingga ruang publik agar perubahan dapat berlangsung secara berkelanjutan (Foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

INFORIAL

Suara Kesetaraan dari Bumi Gora

Jumat, 5 Jun 2026 - 10:59 WITA

BEDAH BUKU

Menyembah Bendoro Cuan: Catatan Perlawanan dari Pinggir Zaman

Jumat, 5 Jun 2026 - 00:42 WITA