Pemerintah Didesak Cari Solusi Mahalnya Tiket Pesawat Lombok – Jakarta

Sabtu, 18 November 2023 - 22:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CERAKEN.ID — Harga tiket pesawat saat ini cukup mahal. Bisa menghambat mobilitas orang keluar dan masuk NTB. Demikian dikatakan politisi muda Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sabtu (18/11/2023).

“Masya Alloh, harga tiket mahal banget ya. Terasa banget di kantong. Hehehe” ungkap Karman.

Ia mengungkapkan perasaan yang sama dirasakan oleh beberapa penumpang yang ditemuinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Caleg muda asal Pagutan kota Mataram itu ungkapkan kehawatirannya, jika harga tiket pesawat terus naik bisa pengaruhi jumlah kunjungan.

Baca Juga :  Gubernur Iqbal: Kesalahan "Angle" Berita Berdampak Besar pada Kebijakan Publik

“Saya khawatir, jika harga tiket pesawat terus tinggi, orang takut datang ke NTB. Kalau orang malas ke NTB, ya pergerakan orang turun, aktivitas ekonomi turun, pendapatan masyarakat juga bisa turun” katanya.

Caleg yang bolak balik jakarta – lombok meminta pemerintah untuk bisa turun tangan mengatasi harga tiket.

“Saya berharap pemerintah, baik pusat maupun daerah bisa memberikan perhatian terkait harga tiket pesawat ini. Bagaimanapun caranya. Kasih insentifkah, lobby perbanyak jumlah maskapainya kah, dan atau lain-lainlah” tambahnya.

Baca Juga :  Respon Cepat Pemprov NTB Tangani Kebakaran Asrama Santri di Lombok Tengah

“Saya memaklumi, harga tiket pesawat banyak faktornya. Bisa karena sedikitnya armada tersedia, bisa karena naiknya harga bahan bakar dan lain-lain. Semoga semua kembali normal” tutupnya.

Diketahui H. Karman adalah caleg DPR RI. Latar belakangnya aktivis kepemudaan. Ia pernah di himpunan mahasiswa islam (HMI), pernah di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Pemuda Asia Afrika (AAYG), pernah menjabat ketua umum pimpinan pusat gerakan pemuda islam indonesia (GPII) dan sederet posisi di organisasi lainnya.(*)

Berita Terkait

Dari Desa Menuju Dunia: Jalan NTB Menata Kemakmuran
Gubernur Iqbal: Kesalahan “Angle” Berita Berdampak Besar pada Kebijakan Publik
Menjaring Pemimpin Sekolah Masa Depan di NTB
Dari Sektoral ke Kolaboratif: Menata Ulang Arah Pembangunan NTB 2027
Menata NTB dari Akar: Ketahanan Pangan, Kemiskinan, dan Jalan Menuju Destinasi Dunia
Sekda Baru dan Arah Konsolidasi NTB
Menjemput Dunia dari NTB: Sinkronisasi Program Kepemudaan sebagai Jalan Panjang Generasi Global
Analis Mi6: Lindungi Sawah Penting, Tapi Kebijakan Jangan Abaikan Realitas Lapangan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 20:41 WITA

Dari Desa Menuju Dunia: Jalan NTB Menata Kemakmuran

Rabu, 15 April 2026 - 19:49 WITA

Gubernur Iqbal: Kesalahan “Angle” Berita Berdampak Besar pada Kebijakan Publik

Rabu, 15 April 2026 - 17:15 WITA

Menjaring Pemimpin Sekolah Masa Depan di NTB

Selasa, 14 April 2026 - 21:54 WITA

Dari Sektoral ke Kolaboratif: Menata Ulang Arah Pembangunan NTB 2027

Senin, 13 April 2026 - 23:05 WITA

Menata NTB dari Akar: Ketahanan Pangan, Kemiskinan, dan Jalan Menuju Destinasi Dunia

Berita Terbaru

Halalbihalal KPP NTB. Nilai-nilai itu kembali diteguhkan, dirajut dalam silaturahmi, disemai dalam keikhlasan, dan diharapkan tumbuh menjadi kebahagiaan yang berkelanjutan (Foto: ist/ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Halalbihalal KPP NTB: Menjahit Silaturahmi, Merawat Makna Pasca-Ramadan

Minggu, 19 Apr 2026 - 20:20 WITA

Karya Lukis I Nyoman Sandiya (Foto: aks / ceraken.id)

PAGELARAN

Menaklukkan Ego Lewat Kesederhanaan Warna

Sabtu, 18 Apr 2026 - 20:28 WITA

Kartini Ismail (berdiri di tengah memegang mic), saat kunjungan, yang dihadiri Ibu Melinda Aksa, istri Walikota Makassar, dan berapa pimpinan SKPD (Foto: ist/ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Dari Posyandu ke Pemandi Jenazah: Kisah Kerelawanan Kartini Ismail

Sabtu, 18 Apr 2026 - 15:46 WITA

Mahasiswa KKN Poltekkes Kemenkes Mataram berupaya menanamkan kesadaran kolektif tentang pentingnya pola makan sehat (Foto: as/ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Dari Dapur Rumah ke Upaya Pencegahan Stunting

Sabtu, 18 Apr 2026 - 10:32 WITA