Idulfitri sebagai Titik Pulang: Ajakan Memperkuat Kebersamaan Membangun NTB

- Penulis

Rabu, 25 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak semakin ringan, sehingga membutuhkan kolaborasi yang lebih solid antara pemerintah dan masyarakat (Foto: pemprov ntb/ceraken.id)

Ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak semakin ringan, sehingga membutuhkan kolaborasi yang lebih solid antara pemerintah dan masyarakat (Foto: pemprov ntb/ceraken.id)

CERAKEN.ID — Mataram, Rabu 25 Maret 2026 — Di tengah suasana khidmat pasca-Ramadan, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Lebaran, menurutnya, bukan sekadar perayaan spiritual, melainkan momentum reflektif untuk memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah.

“Atas nama pribadi, bersama Ibu Wakil Gubernur serta seluruh pimpinan di lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, kami menyampaikan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima seluruh amal ibadah kita,” ujarnya.

Dalam nuansa saling memaafkan yang menjadi ruh Idulfitri, Gubernur juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat. Ia mengakui bahwa dalam menjalankan amanah kepemimpinan, kekhilafan adalah sesuatu yang tak terelakkan.

“Dalam perjalanan kepemimpinan ini, kami menyadari sebagai manusia biasa tentu tidak luput dari kekurangan. Oleh karena itu, kami memohon keikhlasan seluruh pihak untuk memberikan maaf,” ungkapnya, menegaskan pentingnya kerendahan hati dalam kepemimpinan publik.

Lebih dari itu, ia menekankan bahwa Ramadan seharusnya meninggalkan jejak transformasi—bukan hanya pada aspek spiritual, tetapi juga dalam etos kerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Nilai-nilai kesabaran, disiplin, dan keikhlasan yang ditempa selama sebulan penuh diharapkan menjelma menjadi karakter yang lebih kuat dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data

“Semoga ibadah puasa yang telah kita jalani menjadikan kita pribadi yang lebih bersih, lebih kuat, dan lebih baik, serta mampu kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat yang selama ini menjadi energi utama pembangunan di NTB. Ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak semakin ringan, sehingga membutuhkan kolaborasi yang lebih solid antara pemerintah dan masyarakat.

“Kami berharap dukungan dan kerja sama yang telah terjalin dapat semakin ditingkatkan. Tantangan ke depan tidak semakin ringan, tetapi dengan kebersamaan, insya Allah kita dapat menghadapi dan memberikan hasil yang lebih baik bagi masyarakat,” tegasnya.

Ajakan tersebut menemukan relevansinya dalam tradisi halal bihalal, yang bukan hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga medium memperkuat kohesi sosial. Dalam konteks pembangunan, kebersamaan menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan program dan stabilitas sosial.

Sementara itu, Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri menyoroti dimensi lain dari momentum Idulfitri, yakni penguatan kinerja aparatur pemerintah sebagai pelayan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa ekspektasi publik terhadap kualitas pelayanan terus meningkat.

“Kita semua adalah pelayan masyarakat. Masyarakat hari ini tidak hanya melihat prestasi, tetapi juga menilai kekurangan dalam pelayanan. Oleh karena itu, seluruh jajaran harus memahami dengan baik tugas pokok dan fungsinya,” ujarnya.

Memasuki akhir triwulan pertama 2026, Wakil Gubernur mendorong percepatan realisasi program pembangunan sesuai dengan target dalam APBD. Ia menegaskan bahwa disiplin kinerja dan konsistensi pelaksanaan program menjadi kunci untuk mencapai hasil yang optimal.

Baca Juga :  Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

“Kita harus terus mengejar target pembangunan sesuai tahapan yang telah direncanakan, agar capaian kinerja dan prestasi dapat diwujudkan secara optimal,” katanya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial secara bijak oleh aparatur pemerintah. Di era digital, media sosial bukan hanya ruang ekspresi, tetapi juga instrumen komunikasi publik yang strategis.

Usai menjalani Ramadan, semangat kerja diharapkan tidak meredup. Justru, menurutnya, nilai-nilai yang telah dibangun selama bulan suci harus menjadi bahan bakar baru dalam meningkatkan dedikasi dan loyalitas.

“Dengan semangat yang sama, kita wujudkan NTB yang makmur dan mendunia. Memasuki triwulan kedua, capaian kinerja harus lebih diakselerasi agar target tahun 2026 dapat dituntaskan dengan baik,” tutupnya.

Di tengah gema takbir yang masih terasa, pesan yang mengemuka jelas: Idulfitri adalah titik pulang—pulang pada nilai, pada kebersamaan, dan pada komitmen untuk membangun daerah dengan hati yang lebih bersih dan tekad yang lebih kuat.(*)

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: akun pemrov ntb

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data
Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan
Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB
Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem
Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata
Menyemai Rasa di Jantung Mandalika: Ketika Kuliner Lokal Menjadi Wajah Pariwisata Lombok
Saat Tempat Kerja Menjadi Ruang Aman: Otsuka dan RS Marzoeki Mahdi Membangun Budaya Peduli Kesehatan Mental
Membaca Masa Depan Teater dari Mataram: Fragmen Tengah Menjadi Laboratorium Pengetahuan Bersama

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:30 WITA

Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:53 WITA

Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:25 WITA

Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:04 WITA

Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA