MBG Sepekan di SD Negeri Parinring Makassar

Sabtu, 28 Februari 2026 - 22:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBG merupakan program strategis (Foto:ist/ceraken.id)

MBG merupakan program strategis (Foto:ist/ceraken.id)

CERAKEN.ID — Selama puasa Ramadan 1447 Hijriah, murid-murid SD Negeri Parinring tetap mendapat Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program strategis di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

SD yang berada di Kecamatan Manggala, Kota Makassar itu, merupakan salah satu sekolah penerima manfaat MBG, sejak Januari 2025.

“Murid-murid kami tetap menerima MBG, sama seperti sebelum puasa, tetapi yang berbeda hanya menunya saja, tidak ada menu basah,” jelas Andi Etty Cahyani, Sabtu, 27 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Plt Kepala UPT SPF SD Negeri Parinring itu menambahkan, pengantaran menu MBG itu hanya sekali dalam sehari, sama seperti hari-hari biasa.

Andi Etty Cahyani lalu menyebut apa saja menu yang diterima murid-muridnya, sepekan terakhir, mulai Senin (23/2) hingga Sabtu (28/2).

Senin, kata Andi Etty, menu MBG-nya terdiri dari telur bebek, panada, dan kurma. Hari Selasa, menunya pawa (bakpao), puding, kacang koro, dan buah pir.

Sedangkan menu hari Rabu berupa susu, kue bolu, pisang, dan rambutan.

Baca Juga :  Menembus Kutukan Lima Persen

Pada hari Rabu, murid-murid belajar daring, sehingga orangtuanya diminta datang mengambil menu MBG anaknya.

Kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini merupakan kebijakan Pemkot Makassar lantaran hujan deras dan cuaca buruk melanda Makassar.

Sebagian kawasan bahkan dilanda banjir. Kebijakan belajar daring dilakukan hingga hari Sabtu ini.

“Makanya kami meminta ibu atau ayah, atau anaknya datang ke sekolah ambil paket MBG-nya,” ujar Andi Etty.

Tujuan program MBG memang bertujuan mulia (Foto: ist/ceraken.id)

Pada hari Kamis, lanjutnya, menu MBG di sekolahnya terdiri dari martabak mini, donat, kurma, dan kacang telur.

“Kalau menu hari Jumat, pengantarannya dirapel dengan hari Sabtu,” kata Andi Etty.

Hari Jumat menunya roti, susu, telur dan rambutan. Sementara jatah hari Sabtu berupa bolu kukus, telur, kacang, dan pisang.

Andi Etty Cahyani mengatakan, bila ada komplain dari orangtua siswa yang disertai bukti video, dia langsung teruskan ke pengelola MBG.

Disampaikan, biasanya pihak pengelola responsif terhadap informasi yang disampaikan.

Pihak pengelola akan membalas melalui WhatsApp, seperti yang disampaikan pada hari Jumat (27/2), yang ditujukan kepada guru dan orang tua siswa.

Baca Juga :  Perbankan Nasional Tetap Tangguh, Kredit Tumbuh di Tengah Gejolak Global

Pihak pengelola, sebagaimana dijaprikan kepada Andi Etty selaku kepala sekolah, menyampaikan bahwa informasi terkait menu Makanan Bergizi (MBG) di tahun ini telah disusun dengan mempertimbangkan pengurangan Ultra-Processed Food (UPF) dan mengutamakan makanan khas lokal.

Dalam penjelasannya dikatakan, UPF adalah makanan yang mengandung berbagai zat aditif, seperti gula, garam, lemak tidak sehat, penyedap rasa, pemanis, pewarna, dan pengawet buatan.

Konsumsi UPF yang berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular (obesitas, stroke, kanker, diabetes, ginjal dan lainnya).

“Sesuai dengan surat edaran Badan Gizi Nasional Pusat, kami mengutamakan makanan lokal dan mengurangi pemberian makanan UPF serta mengandung gula tinggi. Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan siswa dan membentuk kebiasaan makan yang baik,” begitu bunyi balasan dari pengelola.

Tujuan program MBG memang bertujuan mulia, yakni untuk meningkatkan kualitas SDM, mengatasi stunting, dan memacu ekonomi lokal menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: liputan

Berita Terkait

Menjembatani Kebersamaan dari Pesantren: Saat Silaturahmi Menjadi Gerakan Sosial
Dari Bedah Rumah hingga Modal Usaha: Ikhtiar Menteri PKP Menggerakkan Ekonomi Rakyat
Menjaga Napas Pembangunan dari Jerat Utang
Menembus Kutukan Lima Persen
Desa Berdaya dan Jalan Panjang Melawan Kemiskinan di NTB
Perbankan Nasional Tetap Tangguh, Kredit Tumbuh di Tengah Gejolak Global
Ekonomi Indonesia Melaju 5,61 Persen, Sinyal Keluar dari “Kutukan” Pertumbuhan Lima Persen
APBN 2026 Tumbuh Ekspansif, Sinyal Optimisme Ekonomi Nasional di Tengah Dinamika Global

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:42 WITA

Dari Bedah Rumah hingga Modal Usaha: Ikhtiar Menteri PKP Menggerakkan Ekonomi Rakyat

Selasa, 19 Mei 2026 - 00:18 WITA

Menjaga Napas Pembangunan dari Jerat Utang

Jumat, 15 Mei 2026 - 23:13 WITA

Menembus Kutukan Lima Persen

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:33 WITA

Desa Berdaya dan Jalan Panjang Melawan Kemiskinan di NTB

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:59 WITA

Perbankan Nasional Tetap Tangguh, Kredit Tumbuh di Tengah Gejolak Global

Berita Terbaru

Diperlukan gerakan kolektif yang menjangkau keluarga, sekolah, komunitas, hingga ruang publik agar perubahan dapat berlangsung secara berkelanjutan (Foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

INFORIAL

Suara Kesetaraan dari Bumi Gora

Jumat, 5 Jun 2026 - 10:59 WITA

BEDAH BUKU

Menyembah Bendoro Cuan: Catatan Perlawanan dari Pinggir Zaman

Jumat, 5 Jun 2026 - 00:42 WITA