Menebar Manfaat dari Metro: Makna 125 Tahun Pegadaian dalam Perspektif Kepemimpinan Indah Nurullia

Kamis, 2 April 2026 - 12:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cabang Metro. Ketika kebermanfaatan menjadi orientasi utama, maka keberhasilan bukan lagi sekadar angka, tapi memberi arti bagi kehidupan masyarakat (Foto: ist/ceraken.id)

Cabang Metro. Ketika kebermanfaatan menjadi orientasi utama, maka keberhasilan bukan lagi sekadar angka, tapi memberi arti bagi kehidupan masyarakat (Foto: ist/ceraken.id)

CERAKEN.ID — Perayaan hari lahir Pegadaian yang ke-125 pada 1 April 2026 tidak sekadar menjadi penanda usia panjang sebuah badan usaha milik negara. Di tangan para pemimpinnya di daerah, momentum ini dimaknai sebagai refleksi sekaligus arah baru tentang bagaimana lembaga keuangan hadir lebih dekat dan relevan bagi masyarakat.

Bagi Pemimpin Cabang Metro, Provinsi Lampung, Indah Nurullia, makna tersebut dirumuskan dalam satu kata kunci: kebermanfaatan.

“Makna HUT Pegadaian menurut saya saat ini adalah bagaimana menebarkan kebermanfaatan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (2/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan itu menegaskan bahwa orientasi lembaga tidak berhenti pada capaian finansial, tetapi juga pada dampak sosial yang lebih luas.

Dalam pandangan Indah, kebermanfaatan itu hadir dalam berbagai bentuk konkret. Mulai dari akses investasi emas yang semakin inklusif, hingga kemampuan masyarakat dalam mengelola aset menjadi modal usaha atau memenuhi kebutuhan prioritas.

Pegadaian, dalam hal ini, berfungsi sebagai jembatan antara potensi ekonomi masyarakat dengan peluang pengembangannya.

Namun, di balik layanan dan produk, Indah menekankan bahwa ruh utama Pegadaian tetap terletak pada manusia yang menjalankannya. Ia menggarisbawahi pentingnya pelayanan yang tulus, sebuah pendekatan yang melampaui sekadar pencapaian target.

“Bekerja bukan semata-mata untuk orientasi keuntungan materi, tapi karena kebermanfaatan bagi masyarakat,” katanya.

Meski demikian, ia tidak menafikan bahwa target dan profit tetap menjadi bagian mutlak dari sebuah badan usaha. Keseimbangan antara kinerja bisnis dan nilai kemanusiaan itulah yang menjadi fondasi.

Baca Juga :  Dari Posyandu ke Pemandi Jenazah: Kisah Kerelawanan Kartini Ismail

Prinsip tersebut tercermin dalam capaian kinerja Cabang Metro hingga akhir Maret 2026. Cabang ini berhasil menempati peringkat pertama capaian KPI (Key Performance Indicator) bulanan se-Kanwil Palembang dengan nilai 114,22 poin. Sementara untuk capaian tahunan, posisi kedua diraih dengan nilai 83,90 poin, meski belum memasukkan data laba bulan Maret.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis kebermanfaatan tidak menghambat performa, justru memperkuatnya.

Di balik capaian itu, terdapat strategi kepemimpinan yang terstruktur namun tetap humanis. Indah menerapkan monitoring dan evaluasi harian terhadap kinerja, memastikan setiap data yang diterima menjadi bahan refleksi bersama tim.

Ia juga aktif menggali kebutuhan anggota tim, baik untuk diselesaikan di tingkat cabang maupun dieskalasi ke level yang lebih tinggi.

Yang menarik, kepemimpinan Indah tidak dibangun dalam jarak hierarkis yang kaku. Ia memposisikan diri sebagai bagian dari tim, bukan sekadar atasan.

Hubungan yang dibangun didasarkan pada saling menghargai dan komunikasi terbuka.

Seluruh personel, termasuk peserta magang, diberdayakan dengan pendekatan edukatif, memastikan setiap individu memahami tujuan dan manfaat dari setiap langkah kerja.

“Jika tim saya sudah pintar, maka mereka juga bisa mencerdaskan nasabah,” ujarnya.

Pernyataan ini mencerminkan filosofi berlapis: peningkatan kapasitas internal akan berdampak langsung pada kualitas layanan eksternal.

Baca Juga :  Menjaga Utang, Menjaga Arah: Membaca Kritis Posisi ULN Indonesia

Selain itu, suasana kerja yang “enjoy dan bahagia” juga menjadi bagian dari strategi. Bagi Indah, kinerja optimal tidak lahir dari tekanan semata, tetapi dari rasa memiliki dan kenyamanan dalam bekerja.

Upaya tersebut dilengkapi dengan nilai spiritualitas yang kuat, doa dan keyakinan bahwa setiap usaha akan berbuah berkah.

Di luar internal organisasi, Cabang Metro juga aktif menjalin silaturahmi dengan berbagai pihak, mulai dari instansi hingga jaringan eksternal lainnya. Pendekatan ini memperluas jangkauan sekaligus memperkuat kepercayaan publik.

Semua ikhtiar itu berlangsung di Kota Metro, sebuah kota yang dikenal sebagai “Kota Pendidikan” dan “Bumi Sai Wawai”.

Dengan karakter sebagai pusat pendidikan dan perdagangan, serta biaya hidup yang relatif rendah, Metro menjadi ruang strategis bagi pengembangan layanan keuangan berbasis masyarakat. Dinamika kota ini sejalan dengan semangat Pegadaian dalam mendorong inklusi ekonomi.

Pada akhirnya, peringatan 125 tahun Pegadaian tidak hanya menjadi seremoni institusional, tetapi juga momentum reflektif tentang arah masa depan. Melalui perspektif Indah Nurullia, terlihat bahwa kekuatan Pegadaian tidak hanya terletak pada sistem dan produk, tetapi pada nilai-nilai yang dihidupi oleh para insan di dalamnya.

Ketika kebermanfaatan menjadi orientasi utama, maka keberhasilan bukan lagi sekadar angka, melainkan sejauh mana lembaga mampu hadir dan memberi arti bagi kehidupan masyarakat. (aks)

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: liputan

Berita Terkait

Halalbihalal KPP NTB: Menjahit Silaturahmi, Merawat Makna Pasca-Ramadan
Dari Posyandu ke Pemandi Jenazah: Kisah Kerelawanan Kartini Ismail
Dari Dapur Rumah ke Upaya Pencegahan Stunting
Pegadaian 125 Tahun: Menjaga Kinerja, Menguatkan Akar di Bali
Juleha NTB Diminta Siapkan Panduan Halal untuk RPH dan Masjid
Meneguhkan Layanan, MengEmaskan Masa Depan: Kiprah Pegadaian Area Dompu di Usia 125 Tahun
ASEAN Menjaga Arah di Tengah Ketidakpastian Global
Menjaga Rupiah di Tengah Badai Global

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 20:20 WITA

Halalbihalal KPP NTB: Menjahit Silaturahmi, Merawat Makna Pasca-Ramadan

Sabtu, 18 April 2026 - 15:46 WITA

Dari Posyandu ke Pemandi Jenazah: Kisah Kerelawanan Kartini Ismail

Sabtu, 18 April 2026 - 10:32 WITA

Dari Dapur Rumah ke Upaya Pencegahan Stunting

Kamis, 16 April 2026 - 22:39 WITA

Pegadaian 125 Tahun: Menjaga Kinerja, Menguatkan Akar di Bali

Kamis, 16 April 2026 - 14:04 WITA

Juleha NTB Diminta Siapkan Panduan Halal untuk RPH dan Masjid

Berita Terbaru

Halalbihalal KPP NTB. Nilai-nilai itu kembali diteguhkan, dirajut dalam silaturahmi, disemai dalam keikhlasan, dan diharapkan tumbuh menjadi kebahagiaan yang berkelanjutan (Foto: ist/ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Halalbihalal KPP NTB: Menjahit Silaturahmi, Merawat Makna Pasca-Ramadan

Minggu, 19 Apr 2026 - 20:20 WITA

Karya Lukis I Nyoman Sandiya (Foto: aks / ceraken.id)

PAGELARAN

Menaklukkan Ego Lewat Kesederhanaan Warna

Sabtu, 18 Apr 2026 - 20:28 WITA

Kartini Ismail (berdiri di tengah memegang mic), saat kunjungan, yang dihadiri Ibu Melinda Aksa, istri Walikota Makassar, dan berapa pimpinan SKPD (Foto: ist/ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Dari Posyandu ke Pemandi Jenazah: Kisah Kerelawanan Kartini Ismail

Sabtu, 18 Apr 2026 - 15:46 WITA

Mahasiswa KKN Poltekkes Kemenkes Mataram berupaya menanamkan kesadaran kolektif tentang pentingnya pola makan sehat (Foto: as/ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Dari Dapur Rumah ke Upaya Pencegahan Stunting

Sabtu, 18 Apr 2026 - 10:32 WITA