Menjaga Aset, Menjaga Harapan: Strategi Pegadaian Selong Menyambut Lebaran 2026

- Penulis

Sabtu, 14 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

I Ketut Gede Winata. Pergerakan transaksi berlangsung cukup stabil, bahkan cenderung signifikan (Foto: ist/ceraken.id)

I Ketut Gede Winata. Pergerakan transaksi berlangsung cukup stabil, bahkan cenderung signifikan (Foto: ist/ceraken.id)

CERAKEN.ID — Menjelang perayaan Idul Fitri 2026, denyut aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai daerah mulai terasa meningkat. Tradisi belanja kebutuhan Lebaran, perjalanan pulang kampung, hingga persiapan rumah tangga membuat kebutuhan likuiditas masyarakat ikut bertambah.

Di tengah dinamika tersebut, layanan pembiayaan berbasis gadai kembali memainkan peran penting sebagai penyangga kebutuhan dana cepat bagi masyarakat.

Situasi itu juga tercermin pada aktivitas bisnis PT Pegadaian Cabang Selong yang menunjukkan tren peningkatan menjelang hari raya. Pemimpin cabang, I Ketut Gede Winata, menyampaikan bahwa pergerakan transaksi di kantor tersebut berlangsung cukup stabil, bahkan cenderung signifikan.

Ketika dihubungi pada Sabtu (14/3/2026) pukul 11.30 WITA, Winata menjelaskan bahwa aktivitas antara pencairan pinjaman dan pelunasan berjalan relatif seimbang. Kondisi ini berbeda dengan pola beberapa tahun sebelumnya yang kerap menunjukkan ketimpangan menjelang Lebaran.

“Alhamdulillah masih berjalan signifikan antara aktivitas pencairan dan pelunasan. Jadi tidak terlalu memberikan gap seperti tahun-tahun sebelumnya, di mana Out Standing Loan belum positif menjelang hari raya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, stabilitas tersebut tidak terlepas dari strategi komunikasi yang lebih intensif kepada nasabah. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menawarkan berbagai solusi finansial yang lebih fleksibel, terutama bagi nasabah yang membutuhkan kembali barang jaminannya untuk digunakan selama Lebaran.

Baca Juga :  TDA Bukan Sekadar Organisasi Pengusaha, tetapi Ruang untuk Saling Menguatkan

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah opsi pengambilan sebagian barang jaminan. Melalui skema ini, nasabah dapat mengambil barang yang benar-benar dibutuhkan, sementara barang lainnya tetap disimpan di Pegadaian sebagai jaminan yang aman.

“Nasabah bisa mengambil sebagian barang jaminan yang memang akan dipakai. Yang tidak terpakai tetap dititipkan di Pegadaian agar keamanan aset tetap terjaga,” jelas Winata.

Selain itu, Pegadaian Selong juga aktif menawarkan berbagai pilihan layanan tambahan seperti Tambah Uang Pinjaman dan fasilitas Roll Over. Produk berbasis emas pun menjadi salah satu instrumen yang cukup diminati masyarakat, terutama melalui pemanfaatan saldo Tabungan Emas.

Nasabah yang memiliki saldo aktif dapat mengakses berbagai layanan seperti Gadai Tabungan Emas, Kredit Gadai Sistem Angsuran (Krasida) Tabungan Emas, hingga Deposito Emas. Skema tersebut memberikan alternatif pembiayaan tanpa harus menjual aset emas yang dimiliki.

Baca Juga :  Ketika Koin Rp2.000 Mengantar Kita ke Final Piala Dunia 1974

Kinerja bisnis cabang Selong pun menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan. Hingga 13 Maret 2026, realisasi Out Standing Loan (OSL) tercatat mencapai Rp131,535 miliar.

“Artinya capaian tersebut sudah berada di angka 101,17 persen dari target yang ditetapkan,” kata Winata.

Capaian ini menandakan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat menjelang Lebaran tidak hanya mendorong peningkatan permintaan pembiayaan, tetapi juga diimbangi dengan kemampuan pelunasan yang cukup baik. Keseimbangan antara pencairan dan pelunasan ini sekaligus mencerminkan pengelolaan keuangan masyarakat yang semakin adaptif.

Di tengah suasana Ramadan yang identik dengan peningkatan kebutuhan konsumsi, peran lembaga pembiayaan seperti Pegadaian menjadi semakin strategis. Tidak sekadar menyediakan dana cepat, tetapi juga menjaga agar aset masyarakat tetap aman dan bernilai.

Dengan strategi layanan yang fleksibel serta komunikasi yang lebih intensif dengan nasabah, Pegadaian Cabang Selong tampaknya berhasil menjaga ritme bisnisnya tetap stabil menjelang hari raya, sebuah tanda bahwa ekonomi rakyat tetap bergerak, bahkan di tengah kebutuhan musiman yang meningkat. (aks)

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: liputan

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade
Merdeka Finansial, Menata Masa Pensiun Bersama Tring!
Jembatan Harapan Desa Mawu: Dari Penantian Puluhan Tahun untuk Masa Depan Anak-Anak
Pegadaian Peduli Sade: Menjaga Kepedulian di Tengah Abu Kebakaran
Pegadaian Peduli Menjangkau Tujuh Kabupaten, Menguatkan Penyintas Gempa NTT
Dari Ruang Hijau Menuju Merdeka Finansial, Pensiunan Pegadaian Bersama Tring!
Peduli Sesama, INTI NTB Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Desa Adat Sade
Dari Kobaran Api, Sade Menjaga Harapan untuk Bangkit Kembali

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:03 WITA

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:54 WITA

Merdeka Finansial, Menata Masa Pensiun Bersama Tring!

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:43 WITA

Jembatan Harapan Desa Mawu: Dari Penantian Puluhan Tahun untuk Masa Depan Anak-Anak

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:36 WITA

Pegadaian Peduli Sade: Menjaga Kepedulian di Tengah Abu Kebakaran

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:09 WITA

Pegadaian Peduli Menjangkau Tujuh Kabupaten, Menguatkan Penyintas Gempa NTT

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA