CERAKEN.ID — Menjelang perayaan Idul Fitri 2026, denyut aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai daerah mulai terasa meningkat. Tradisi belanja kebutuhan Lebaran, perjalanan pulang kampung, hingga persiapan rumah tangga membuat kebutuhan likuiditas masyarakat ikut bertambah.
Di tengah dinamika tersebut, layanan pembiayaan berbasis gadai kembali memainkan peran penting sebagai penyangga kebutuhan dana cepat bagi masyarakat.
Situasi itu juga tercermin pada aktivitas bisnis PT Pegadaian Cabang Selong yang menunjukkan tren peningkatan menjelang hari raya. Pemimpin cabang, I Ketut Gede Winata, menyampaikan bahwa pergerakan transaksi di kantor tersebut berlangsung cukup stabil, bahkan cenderung signifikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketika dihubungi pada Sabtu (14/3/2026) pukul 11.30 WITA, Winata menjelaskan bahwa aktivitas antara pencairan pinjaman dan pelunasan berjalan relatif seimbang. Kondisi ini berbeda dengan pola beberapa tahun sebelumnya yang kerap menunjukkan ketimpangan menjelang Lebaran.
“Alhamdulillah masih berjalan signifikan antara aktivitas pencairan dan pelunasan. Jadi tidak terlalu memberikan gap seperti tahun-tahun sebelumnya, di mana Out Standing Loan belum positif menjelang hari raya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, stabilitas tersebut tidak terlepas dari strategi komunikasi yang lebih intensif kepada nasabah. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menawarkan berbagai solusi finansial yang lebih fleksibel, terutama bagi nasabah yang membutuhkan kembali barang jaminannya untuk digunakan selama Lebaran.
Salah satu solusi yang ditawarkan adalah opsi pengambilan sebagian barang jaminan. Melalui skema ini, nasabah dapat mengambil barang yang benar-benar dibutuhkan, sementara barang lainnya tetap disimpan di Pegadaian sebagai jaminan yang aman.
“Nasabah bisa mengambil sebagian barang jaminan yang memang akan dipakai. Yang tidak terpakai tetap dititipkan di Pegadaian agar keamanan aset tetap terjaga,” jelas Winata.
Selain itu, Pegadaian Selong juga aktif menawarkan berbagai pilihan layanan tambahan seperti Tambah Uang Pinjaman dan fasilitas Roll Over. Produk berbasis emas pun menjadi salah satu instrumen yang cukup diminati masyarakat, terutama melalui pemanfaatan saldo Tabungan Emas.
Nasabah yang memiliki saldo aktif dapat mengakses berbagai layanan seperti Gadai Tabungan Emas, Kredit Gadai Sistem Angsuran (Krasida) Tabungan Emas, hingga Deposito Emas. Skema tersebut memberikan alternatif pembiayaan tanpa harus menjual aset emas yang dimiliki.
Kinerja bisnis cabang Selong pun menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan. Hingga 13 Maret 2026, realisasi Out Standing Loan (OSL) tercatat mencapai Rp131,535 miliar.
“Artinya capaian tersebut sudah berada di angka 101,17 persen dari target yang ditetapkan,” kata Winata.
Capaian ini menandakan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat menjelang Lebaran tidak hanya mendorong peningkatan permintaan pembiayaan, tetapi juga diimbangi dengan kemampuan pelunasan yang cukup baik. Keseimbangan antara pencairan dan pelunasan ini sekaligus mencerminkan pengelolaan keuangan masyarakat yang semakin adaptif.
Di tengah suasana Ramadan yang identik dengan peningkatan kebutuhan konsumsi, peran lembaga pembiayaan seperti Pegadaian menjadi semakin strategis. Tidak sekadar menyediakan dana cepat, tetapi juga menjaga agar aset masyarakat tetap aman dan bernilai.
Dengan strategi layanan yang fleksibel serta komunikasi yang lebih intensif dengan nasabah, Pegadaian Cabang Selong tampaknya berhasil menjaga ritme bisnisnya tetap stabil menjelang hari raya, sebuah tanda bahwa ekonomi rakyat tetap bergerak, bahkan di tengah kebutuhan musiman yang meningkat. (aks)
Penulis : aks
Editor : ceraken editor
Sumber Berita: liputan































































