TRING! dan Optimisme Baru dari UPC Kebon Roek

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

I Kadek Pariatna memaparkan bagaimana aplikasi TRING! menjadi bagian penting dari strategi pelayanan dan pengembangan bisnis Pegadaian ke depan (Foto: ist/ceraken.id)

I Kadek Pariatna memaparkan bagaimana aplikasi TRING! menjadi bagian penting dari strategi pelayanan dan pengembangan bisnis Pegadaian ke depan (Foto: ist/ceraken.id)

CERAKEN.ID — Transformasi digital di tubuh PT Pegadaian terus bergerak hingga ke lini layanan terdepan. Di Unit Pelayanan Cabang (UPC) Kebon Roek, Cabang Ampenan, Area Ampenan, Kanwil 7 Denpasar, semangat pembaruan itu terasa nyata.

Saat ditemui ceraken.id pada Rabu, 4 Maret 2026, Kepala UPC Kebon Roek I Kadek Pariatna memaparkan bagaimana aplikasi TRING! menjadi bagian penting dari strategi pelayanan dan pengembangan bisnis Pegadaian ke depan.

Menurut Kadek, peluncuran aplikasi emas terintegrasi TRING! pada 8 Oktober 2025 merupakan tonggak penting dalam perjalanan panjang Pegadaian. Di usia 124 tahun, yang genap pada 1 April 2025, Pegadaian menunjukkan bahwa lembaga keuangan berbasis gadai ini tak hanya bertahan, tetapi juga beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan zaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Melalui TRING!, layanan konvensional dan syariah kini terintegrasi dalam satu platform. Ini memudahkan nasabah karena tidak perlu lagi berpindah sistem,” jelas Kadek.

TRING! hadir dengan tagline “Urusan Emas Jadi Mudah dan Cepat” serta tagar #MulaiDariTring.

Aplikasi ini menjadi penyempurnaan dari sistem sebelumnya yang memisahkan layanan konvensional dan syariah. Kini, keduanya menyatu dalam satu aplikasi yang praktis, menarik, dan mudah digunakan.

Pegadaian sendiri sejak lama dikenal fokus pada investasi emas. Di tengah tren harga emas yang terus menunjukkan kecenderungan meningkat, masyarakat semakin sadar bahwa emas bukan sekadar perhiasan, melainkan instrumen lindung nilai yang aman.

Melalui TRING!, nasabah dapat membeli emas mulai dari Rp10.000, menabung emas secara digital, hingga mencairkannya dalam bentuk fisik melalui ATM Emas Pegadaian maupun outlet di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Menjaga Napas Pembangunan dari Jerat Utang

Kadek menjelaskan, filosofi nama TRING! juga sarat makna. “Tri” terinspirasi dari logo tiga lingkaran hijau Pegadaian yang melambangkan tiga pilar utama: gadai, investasi emas, dan pembiayaan.

Sementara “Ring” diambil dari bunyi koin emas yang jatuh, simbol harapan kemakmuran finansial. Di dalamnya juga terdapat elemen logo “Bloom”, yang menggambarkan benih potensi yang tumbuh bersama antara Pegadaian dan nasabahnya.

Sebagai aplikasi digital, TRING! memfasilitasi beragam kebutuhan transaksi keuangan secara daring. Fitur-fitur yang tersedia mencakup Tabungan Emas, Cicil Emas (perhiasan, tabungan emas, dan emas batangan), Deposito Emas dengan imbal hasil tambahan gram emas, hingga Gadai Tabungan Emas untuk kebutuhan dana cepat tanpa menghilangkan hak kepemilikan.

Selain itu, tersedia pula fitur Cek Harga Emas secara real-time dalam berbagai rentang waktu, Autodebit untuk membantu kedisiplinan menabung, Referral dengan ragam reward seperti goldback dan poin, Tukar Poin yang dapat dikonversi menjadi saldo Tabungan Emas (1 poin setara Rp1), serta Switch Profile yang memungkinkan nasabah berpindah layanan konvensional dan syariah secara fleksibel.

“Semua dirancang agar nasabah lebih mudah mengelola keuangan dan investasi hanya dari genggaman,” kata Kadek.

Proses pendaftaran akun pun terbilang sederhana: unduh aplikasi, registrasi dengan nomor ponsel dan email, verifikasi KTP dan wajah, membuat user ID, password, PIN, memilih jenis layanan (konvensional atau syariah), hingga menentukan kantor cabang pengelola akun.

Baca Juga :  Menembus Kutukan Lima Persen

Seluruh sistem telah berizin resmi dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga memberikan jaminan keamanan dan kepastian hukum bagi nasabah.

Bagi Kadek yang mulai bertugas di UPC Kebon Roek awal Februari 2026, TRING! bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan peluang untuk mendorong pertumbuhan bisnis.

Dari sisi portofolio produk cicil logam mulia, capaian tahun 2025 berada di angka 44,18 persen dari target Rp873 juta. Pada 2026 ini, ia optimistis mampu melampaui target baru sebesar Rp1,43 miliar.

“Saya optimis bisa melebihi target. Perkembangan harga emas akhir-akhir ini cenderung naik, dan itu menjadi momentum yang baik untuk mendorong minat masyarakat berinvestasi,” analisa Kadek.

Optimisme itu bukan tanpa alasan. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, emas tetap menjadi instrumen yang relatif stabil.

Dengan dukungan aplikasi TRING! yang terintegrasi, pelayanan yang semakin cepat, serta pendekatan edukatif kepada masyarakat, UPC Kebon Roek berharap dapat memperluas literasi keuangan sekaligus meningkatkan kepercayaan nasabah.

Di tangan generasi baru pimpinan unit seperti Kadek, transformasi digital Pegadaian menemukan pijakan konkret di tingkat akar rumput. TRING! bukan sekadar aplikasi, melainkan simbol bagaimana institusi berusia lebih dari satu abad itu terus berbenah menjadi semakin muda, mudah, dan relevan di era digital. (aks)

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: liputan

Berita Terkait

Menjembatani Kebersamaan dari Pesantren: Saat Silaturahmi Menjadi Gerakan Sosial
Dari Bedah Rumah hingga Modal Usaha: Ikhtiar Menteri PKP Menggerakkan Ekonomi Rakyat
Menjaga Napas Pembangunan dari Jerat Utang
Menembus Kutukan Lima Persen
Desa Berdaya dan Jalan Panjang Melawan Kemiskinan di NTB
Perbankan Nasional Tetap Tangguh, Kredit Tumbuh di Tengah Gejolak Global
Ekonomi Indonesia Melaju 5,61 Persen, Sinyal Keluar dari “Kutukan” Pertumbuhan Lima Persen
APBN 2026 Tumbuh Ekspansif, Sinyal Optimisme Ekonomi Nasional di Tengah Dinamika Global

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:38 WITA

Menjembatani Kebersamaan dari Pesantren: Saat Silaturahmi Menjadi Gerakan Sosial

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:42 WITA

Dari Bedah Rumah hingga Modal Usaha: Ikhtiar Menteri PKP Menggerakkan Ekonomi Rakyat

Selasa, 19 Mei 2026 - 00:18 WITA

Menjaga Napas Pembangunan dari Jerat Utang

Jumat, 15 Mei 2026 - 23:13 WITA

Menembus Kutukan Lima Persen

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:33 WITA

Desa Berdaya dan Jalan Panjang Melawan Kemiskinan di NTB

Berita Terbaru

OPINI

Teori Konvergensi, World Cup 2026 dan Pariwisata Mendunia

Sabtu, 6 Jun 2026 - 17:17 WITA