CERAKEN.ID — Suasana haru dan semangat pulang kampung terasa di halaman Pendopo Gubernur Nusa Tenggara Barat pada Sabtu pagi, 14 Maret 2026. Ratusan warga yang hendak kembali ke kampung halaman di Pulau Sumbawa berkumpul sejak pagi, membawa tas, harapan, dan kerinduan yang telah lama menunggu momentum untuk dilepas.
Pemerintah daerah kembali menghadirkan program mudik gratis sebagai bentuk pelayanan publik menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Program Mudik Gratis 2026 yang digagas Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat itu secara resmi dilepas oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, di depan Pendopo Gubernur. Tahun ini sebanyak 400 peserta diberangkatkan dari Pulau Lombok menuju berbagai daerah di Pulau Sumbawa, mulai dari Kabupaten Sumbawa Barat hingga Kota Bima.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya memberangkatkan sekitar 200 pemudik. Peningkatan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah berupaya memperluas akses pelayanan bagi masyarakat yang ingin merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman.
“Alhamdulillah tahun ini kita dapat memberangkatkan sekitar 400 orang untuk mudik gratis, dari ujung barat Pulau Sumbawa hingga ujung timur Kabupaten Bima,” ujar Miq Iqbal, sapaan akrab gubernur.
Kolaborasi Banyak Pihak
Program ini tidak berdiri sendiri sebagai agenda pemerintah semata. Gubernur menegaskan bahwa penyelenggaraan mudik gratis merupakan hasil kerja bersama lintas instansi dan mitra strategis.
Sejumlah pihak yang terlibat dalam program ini antara lain DAMRI, Bank NTB Syariah, Jasa Raharja, Pertamina, serta Organda dan Basarnas. Dukungan juga datang dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seperti Kepolisian, Kejaksaan, dan TNI.
Dalam kolaborasi tersebut, pemerintah provinsi berperan sebagai pengoordinasi utama yang menyatukan berbagai sumber daya agar pelaksanaan mudik berjalan tertib dan aman.
“Kegiatan ini bukan hanya kerja pemerintah provinsi, tetapi kerja bersama. Semua pihak berbagi peran untuk memastikan masyarakat dapat pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman,” jelas Miq Iqbal.
Jalur Trans Sumbawa Dipastikan Siap
Selain memfasilitasi transportasi, pemerintah juga memastikan kesiapan infrastruktur jalan bagi para pemudik. Jalur utama Trans Pulau Sumbawa dipastikan berada dalam kondisi baik untuk dilalui kendaraan mudik.
Gubernur bahkan mengaku baru saja melintasi jalur tersebut setelah melakukan rangkaian Safari Ramadan di Pulau Sumbawa. Dari pengalamannya di lapangan, kondisi jalan dinilai cukup memadai.
“Tadi malam dan pagi tadi saya baru kembali dari Pulau Sumbawa. Saya juga sudah melintasi jalur utama dari Sumbawa Barat sampai Sape. Alhamdulillah secara umum kondisi jalur utama sangat baik dan sudah dipersiapkan dengan baik,” ujarnya.

Penanganan sejumlah titik kerusakan jalan juga telah dilakukan oleh Dinas PUPR Provinsi NTB bersama Balai Jalan Nasional sehingga tidak mengganggu kelancaran perjalanan.
Perlindungan Asuransi dan Konsumsi
Pemerintah tidak hanya menyiapkan armada transportasi, tetapi juga perlindungan bagi seluruh peserta. Setiap pemudik yang mengikuti program ini mendapatkan perlindungan asuransi perjalanan dari Jasa Raharja Putera melalui produk JRP Insurance.
“Semua peserta yang berada di dalam bus mendapatkan perlindungan asuransi. Jadi perjalanan ini tidak hanya diberkahi, tetapi juga terlindungi,” kata Miq Iqbal.
Selain itu, panitia juga menyediakan konsumsi untuk berbuka puasa bagi para pemudik selama perjalanan menuju daerah tujuan masing-masing. Fasilitas ini menjadi perhatian khusus karena perjalanan berlangsung di bulan Ramadan.
Didominasi Mahasiswa
Menariknya, sebagian besar peserta mudik gratis tahun ini berasal dari kalangan mahasiswa asal Pulau Sumbawa yang sedang menempuh pendidikan di Pulau Lombok. Program ini menjadi solusi bagi mereka untuk pulang kampung tanpa harus menanggung biaya transportasi yang cukup besar menjelang Lebaran.
Menurut Miq Iqbal, pemerintah daerah justru merasa senang dapat membantu para mahasiswa kembali ke keluarga mereka.
“Tidak apa-apa kalau tahun ini masih didominasi mahasiswa. Kami senang bisa memberikan pelayanan bagi adik-adik mahasiswa. Mudah-mudahan tahun depan jumlah bus bisa ditambah sehingga masyarakat umum juga dapat memanfaatkan program ini,” ujarnya.
Komitmen Memperluas Layanan
Melihat antusiasme masyarakat, Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas program mudik gratis pada tahun-tahun mendatang. Kebutuhan mobilitas antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa memang cukup tinggi, terutama menjelang hari besar keagamaan.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, terutama Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Barat yang menjadi pelaksana utama kegiatan.
Di tengah semangat Ramadan, program ini bukan sekadar perjalanan pulang kampung. Ia menjadi simbol kehadiran negara yang membantu warganya merajut kembali pertemuan keluarga.
“Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat, dan semoga seluruh peserta mudik dapat sampai di kampung halaman dengan selamat,” pungkas Miq Iqbal.
Bagi ratusan pemudik yang berangkat pagi itu, perjalanan menuju Pulau Sumbawa bukan sekadar perpindahan jarak. Ia adalah perjalanan menuju rumah, tempat rindu akhirnya kembali menemukan alamatnya.(*)
Penulis : aks
Editor : ceraken editor
Sumber Berita: akun pemprov ntb































































