Tanda Cinta dari Masjid Kampung

Minggu, 15 Maret 2026 - 15:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen sederhana itu menjadi tanda kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat (Foto: pemprov ntb/ceraken.id)

Momen sederhana itu menjadi tanda kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat (Foto: pemprov ntb/ceraken.id)

CERAKEN.ID — Suasana siang di halaman Masjid Nurul Huda, Montong Are, Kelurahan Mandalika, terasa hangat oleh pertemuan antara pemerintah dan warga. Di tengah bulan Ramadan yang sarat makna berbagi, bantuan sembako diserahkan bukan sekadar sebagai paket kebutuhan pokok, melainkan sebagai simbol kehadiran negara di tengah kehidupan masyarakat.

Pada Minggu (15/3/2026), Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat memperkuat sinergi dengan Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial Kota Mataram melalui kegiatan Bulan Peduli Sosial. Setelah sebelumnya mengunjungi Desa Batu Mekar di Kabupaten Lombok Barat, rombongan melanjutkan perjalanan ke wilayah Montong Are, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.

Kehadiran rombongan dipimpin langsung oleh Ketua LKKS NTB, Sinta Agathia M. Iqbal, yang akrab disapa Bunda Sinta. Ia datang bersama Ketua LKKS Kota Mataram, Kinnastri Mohan Roliskana. Di hadapan warga yang berkumpul di pelataran masjid, keduanya menyerahkan bantuan paket sembako kepada masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi Bunda Sinta, kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin lembaga sosial, melainkan bagian dari upaya memastikan masyarakat merasakan kehadiran pemerintah, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

Baca Juga :  Menata Pondasi UMKM NTB Menuju Pasar Global

“Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa masyarakat, khususnya di wilayah Montong Are, merasakan kehadiran pemerintah. Kami membawa tanda cinta ini agar Bapak dan Ibu semua dapat menyambut hari raya dengan lebih tenang,” ujarnya.

Ungkapan itu disambut senyum para warga yang duduk bersila di bawah naungan teras masjid. Bagi sebagian dari mereka, bantuan tersebut menjadi penopang kebutuhan rumah tangga di tengah kenaikan harga bahan pokok menjelang Lebaran.

Kegiatan Bulan Peduli Sosial sendiri dirancang sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah dalam menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan. Dalam konteks ini, peran LKKS menjadi penting sebagai jembatan antara kebijakan sosial dan realitas kehidupan warga.

Ketua LKKS Kota Mataram, Kinnastri Mohan Roliskana, menyampaikan apresiasi atas dukungan pengurus tingkat provinsi. Menurutnya, kolaborasi lintas tingkat ini memberi semangat baru bagi jajaran di tingkat kota untuk memperkuat program pemberdayaan sosial.

“Kami sangat bersyukur atas perhatian Ibu Ketua LKKS NTB. Bantuan ini sangat tepat momentumnya karena kebutuhan pokok biasanya meningkat menjelang Lebaran. Kami di tingkat kota berkomitmen untuk terus mengawal data warga agar setiap bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan,” katanya.

Namun kegiatan siang itu tidak hanya berbicara soal bantuan sembako. Di sela-sela penyerahan bantuan, Bunda Sinta juga mengajak warga berdialog mengenai kesehatan keluarga, terutama terkait gizi anak.

Baca Juga :  Desa Berdaya dan Ikhtiar Memutus Rantai Kemiskinan di NTB

Ia mengingatkan para ibu di Kelurahan Mandalika untuk lebih memperhatikan pola asuh dan asupan gizi anak-anak. Pesan ini menjadi penting mengingat angka stunting di wilayah tersebut masih tergolong tinggi.

Bagi Bunda Sinta, kepedulian sosial tidak berhenti pada bantuan sesaat. Ia harus berlanjut pada kesadaran bersama untuk menjaga kualitas hidup keluarga—dimulai dari dapur rumah tangga hingga pola pengasuhan anak.

Kegiatan yang berlangsung khidmat di area Masjid Nurul Huda itu kemudian ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis dan sesi foto bersama. Momen sederhana itu menjadi tanda kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

Di tengah riuhnya persiapan menjelang Lebaran, pertemuan di masjid kampung tersebut mengingatkan satu hal penting: bahwa kepedulian sosial sering kali hadir dalam bentuk yang sederhana; sebungkus sembako, sebaris nasihat, dan sebuah pesan bahwa masyarakat tidak berjalan sendiri menghadapi kehidupan.(*)

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: akun pemprov ntb

Berita Terkait

Menata Ulang BPBD: Dari Pemadam Krisis Menjadi Pengelola Risiko Bencana
Suara Kesetaraan dari Bumi Gora
Rahmatan Lil Alamin di Panggung Sasambo
Menjaga Ingatan, Mencegah Kehilangan: Simulasi Kebakaran di Museum Negeri NTB
Pancasila dari Bumi Gora untuk Perdamaian Dunia
Desa Berdaya, Menanam Harapan dari Akar Pembangunan NTB
Iduladha di Bumi Gora dan Seruan Merawat Kepedulian
Akademi Isin Angsat dan Ikhtiar Membaca Laut dari Perspektif Seni

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:15 WITA

Menata Ulang BPBD: Dari Pemadam Krisis Menjadi Pengelola Risiko Bencana

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:59 WITA

Suara Kesetaraan dari Bumi Gora

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:36 WITA

Rahmatan Lil Alamin di Panggung Sasambo

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:17 WITA

Menjaga Ingatan, Mencegah Kehilangan: Simulasi Kebakaran di Museum Negeri NTB

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:23 WITA

Pancasila dari Bumi Gora untuk Perdamaian Dunia

Berita Terbaru

Diperlukan gerakan kolektif yang menjangkau keluarga, sekolah, komunitas, hingga ruang publik agar perubahan dapat berlangsung secara berkelanjutan (Foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

INFORIAL

Suara Kesetaraan dari Bumi Gora

Jumat, 5 Jun 2026 - 10:59 WITA

BEDAH BUKU

Menyembah Bendoro Cuan: Catatan Perlawanan dari Pinggir Zaman

Jumat, 5 Jun 2026 - 00:42 WITA