CERAKEN.ID — Perubahan jajaran komisaris dan direksi di tubuh PT MGPA Nusantara Jaya (MGPA) menjadi penanda penting dalam perjalanan industri sport tourism di Indonesia, khususnya di kawasan The Mandalika, Nusa Tenggara Barat.
Pergantian kepemimpinan bukan sekadar rotasi jabatan administratif, melainkan bagian dari upaya memperkuat arah strategis perusahaan di tengah tantangan pengelolaan destinasi internasional yang semakin kompleks dan kompetitif.
Melalui holding statement yang diterima Ceraken.id dari Vice President Corporate Secretary ITDC, I Gusti Ngurah Agung Dwipramana, Kamis (14/5), disampaikan bahwa pemegang saham telah menetapkan susunan baru Dewan Komisaris dan Direksi PT MGPA Nusantara Jaya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari strategi memperkuat organisasi, pengelolaan operasional, serta pengembangan bisnis perusahaan ke depan.
PT MGPA Nusantara Jaya sendiri merupakan pengelola utama Mandalika International Circuit, sebuah sirkuit yang dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi simbol baru kebangkitan sport tourism nasional.
Kawasan The Mandalika tidak hanya diproyeksikan sebagai lokasi penyelenggaraan balap internasional, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menghubungkan olahraga, pariwisata, budaya, dan investasi.
Dalam susunan baru tersebut, posisi Komisaris Utama dipercayakan kepada RM. Gusthilantika Marrel Suryokusumo, didampingi Quinta Komara dan Sabolah Alkalamby sebagai komisaris.
Sementara di jajaran direksi, nama Ananda Mikola dipercaya menjadi Direktur Utama bersama Donny Mahardjono sebagai Direktur Operasional dan Aletta Marjorie Senduk sebagai Direktur Komersial.
Menjaga Mandalika Tetap Kompetitif
Perubahan kepemimpinan ini hadir di tengah kebutuhan besar untuk menjaga The Mandalika tetap relevan dalam peta sport tourism internasional. Setelah menjadi tuan rumah berbagai ajang balap dunia, tantangan berikutnya adalah memastikan kawasan tersebut tidak hanya hidup ketika event berlangsung, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Mandalika International Circuit selama ini telah menjadi magnet wisata baru di Indonesia. Ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara datang menyaksikan ajang balap sekaligus menikmati keindahan alam Lombok bagian selatan.
Namun keberhasilan sebuah kawasan sport tourism tidak semata diukur dari megahnya infrastruktur atau banyaknya event internasional, melainkan juga dari kemampuan manajemen dalam membangun tata kelola yang profesional, adaptif, dan berorientasi jangka panjang.
Dalam holding statement tersebut, ITDC menegaskan bahwa perubahan pengurus merupakan “langkah strategis perusahaan dalam memperkuat organisasi, pengelolaan operasional, dan pengembangan bisnis MGPA ke depan.”
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa fokus utama perusahaan kini bukan hanya pada penyelenggaraan event, tetapi juga pada penguatan fondasi bisnis dan keberlanjutan kawasan.
Nama Ananda Mikola menarik perhatian publik karena memiliki latar belakang kuat di dunia otomotif nasional. Pengalaman panjangnya di lintasan balap dianggap dapat memberi perspektif baru terhadap pengelolaan sirkuit dan pengembangan event motorsport.
Kehadiran figur yang memahami dunia balap dari dalam diharapkan mampu menjembatani kebutuhan industri olahraga dengan strategi bisnis perusahaan.
Di sisi lain, penguatan struktur komisaris juga menjadi bagian penting dalam memastikan tata kelola perusahaan berjalan lebih efektif. Dalam industri pariwisata dan olahraga yang bergerak cepat, perusahaan membutuhkan pengawasan strategis sekaligus kemampuan membaca peluang ekonomi kreatif yang terus berkembang.
Sport Tourism dan Masa Depan Ekonomi NTB
Bagi Nusa Tenggara Barat, keberadaan The Mandalika memiliki arti lebih besar daripada sekadar destinasi wisata. Kawasan ini telah menjadi simbol transformasi ekonomi daerah. Kehadiran event internasional membawa dampak pada sektor perhotelan, UMKM, transportasi, hingga industri kreatif lokal.
Karena itu, setiap perubahan di tubuh MGPA selalu mendapat perhatian luas. Publik berharap pergantian kepemimpinan mampu menghadirkan inovasi baru, memperkuat kolaborasi dengan masyarakat lokal, dan memperluas dampak ekonomi kawasan secara lebih merata.
ITDC dalam pernyataannya juga menyampaikan apresiasi kepada Wenda R Nabiel dan Priandhi Satria atas dedikasi dan kontribusi mereka selama mendukung perjalanan perusahaan. Pengakuan tersebut menjadi penting karena perkembangan MGPA hingga saat ini tidak lepas dari proses panjang yang telah dibangun oleh kepemimpinan sebelumnya.
“ITDC juga menyampaikan selamat bertugas kepada jajaran Dewan Komisaris dan Direksi MGPA yang baru. Dengan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki, diharapkan MGPA dapat terus memperkuat kinerja perusahaan serta mendukung pengembangan The Mandalika sebagai destinasi sport tourism unggulan Indonesia,” demikian pernyataan resmi yang diterima Ceraken.id.
Harapan itu tentu bukan sesuatu yang ringan. Persaingan destinasi sport tourism kini berlangsung sangat ketat.
Banyak negara berlomba menghadirkan event olahraga internasional sebagai cara menarik investasi dan wisatawan. Dalam konteks tersebut, The Mandalika harus terus berbenah agar tidak hanya dikenal karena satu atau dua ajang besar, tetapi juga karena kualitas pengelolaan kawasan yang profesional dan berkelanjutan.
Dengan demikian, perubahan jajaran komisaris dan direksi MGPA merupakan momentum penting untuk memperkuat arah baru pengembangan Mandalika.
Di balik pergantian nama dan struktur organisasi, terdapat harapan besar agar kawasan ini semakin mampu menjadi etalase pariwisata modern Indonesia; sebuah ruang di mana olahraga, budaya, ekonomi, dan identitas daerah bertemu dalam satu panggung internasional. (*)
Editor : ceraken editor


























































