Jamur Tiram di Lombok Barat Bangun Ekonomi Warga

Jumat, 19 April 2024 - 17:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jamur tiram menjadi pilihan Muhsin untuk meningkatkan pendapatan keluarga sehingga bisa menyekolahkan anak. Foto tahun 2023 di Tamansari, Gunungsari, Lombok Barat

Jamur tiram menjadi pilihan Muhsin untuk meningkatkan pendapatan keluarga sehingga bisa menyekolahkan anak. Foto tahun 2023 di Tamansari, Gunungsari, Lombok Barat

LOMBOK BARAT (ceraken.id)- Budidaya jamur tiram memang terbilang mudah. Tak perlu lahan yang luas, di halaman rumah pun bisa dilakukan. Selain di halaman, untuk skala bisnis, butuh tempat khusus seperti bangunan kubus atau tempat terbuka.

Praktik di tempat terbuka inilah yang dilakukan Pak Muhsin, warga Dusun Medas Barat Kokok, Desa Taman Sari, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, yakni, membangun ruangan persegi empat beratapkan seng dengan konstruksi atap baja ringan. Di dalam bangunan, terdapat sekitar seribu unit baglog jamur tiram yang tersusun rapi di atas rak bertingkat terbuat dari baja ringan.

Baglog adalah wadah tanam untuk menaruh bibit jamur. Sebagian pihak menyebutnya kantong serbuk kayu berbentuk silinder. Selain serbuk kayu, umumnya berisi bahan-bahan seperti dedak, kapur, dan sumber nutrisi lainnya untuk pertumbuhan jamur tiram.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah di campur dan dimasukkan ke dalam baglog lalu dikukus selama 4 jam menghabiskan 1 tabung gas seberat 3 kg. Setelah itu di turunkan dari kukusan kemudian diistirahatkan. Setelah dingin, baru dilakukan proses pembibitan.

Muhsin menyatakan, setelah proses pembibitan terdapat masa inkubasi selama 3 Minggu menjelang tumbuh hingga akhirnya terjadilah masa panen jamur tiram selama empat bulan. Selama empat bulan tersebut, rata-rata per baglog nya menghasilkan 4 kg. Untuk sekali panen, pembudidaya dapat memetik jamur tiram rata-rata seberat 3 kg per hari dari 1.000 baglog.

“Nilai ekonomi jamur tiram terbilang tinggi sehingga komoditas jamur ini tak pernah sepi peminat. 1 kg jamur tiram dihargai Rp20.000 di pengepul (Taman Sari),” katanya, Sabtu (30/3/2024) kepada RRI di Taman Sari.

Muhsin menyatakan, cara budidaya jamur tiram skala rumah tangga atau untuk membuat seribu baglog, pembudidaya dapat menyiapkan 100 kg dedak, kurang lebih 900 kg serbuk kayu, kapur 50 kg, dan air bersih. Selanjutnya, satu unit baglog diberi penutup simpul menggunakan tutup botol air mineral. Berat satu unit baglog mencapai 1 kg setelah proses pembibitan. Setiap baglog harus dibuka agar jamur mendapat oksigen. Sedangkan suhu di dalam bangunan maksimal 25 derajat celcius. Untuk menjaga suhu tetap seperti itu, dibutuhkan upaya penyiraman air bersih pada lantai bangunan dan juga baglog nya.

Cara pengolahan jamur tiram untuk membuat jamur krispi, pertama, jamur dicuci dengan air bersih, dan diperas. Kedua, disuir-suir dan dicampur putih dan kuning telur. Ketiga, jamur dimasukan ke dalam adonan tepung beras dan penyedap rasa. Keempat, digoreng kering di dalam wajan berisi minyak goreng. Kelima, tiriskan, keenam, dilakukannya penggorengan kedua untuk merenyahkannya dan disajikan. Selain jamur krispi, rumah tangga bisa membuat keripik jamur, sate jamur, bakso jamur, dan es krim jamur.

Untuk pembaca yang berminat berbudidaya jamur tiram silahkan hubungi bapak Muhsin melalui kontak +62 853 3933 1342.***

 

 

Berita Terkait

Ngalap Berkah di Ujung Ramadan: Belajar Pengabdian dari Sunyi Seorang Marbot
Prof. Nuriadi Ajak Masyarakat Memuliakan Guru di Hari Guru Nasional 2025
Festival Bau Nyale 2025: Peresean dan Parade Siu Puteri Mandalika Meriahkan Tradisi di Lombok
Konversi Lahan Pertanian Sebuah Keniscayaan, Ini Gagasan Rohmi Firin untuk Ketahanan Pangan NTB
Banyak Manfaat, UMKM Didorong Berinvestasi atau Nabung Saham
Dana Pemerintah Daerah Mengendap di Bank hingga Rp 180,96 Triliun
Provokasi Dompu Berhasil, Bapanas Tindak Lanjuti Penyesuan HAP Jagung
Bulog Ikut Stabilkan Harga Jagung di Bima – Dompu

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:22 WITA

Ngalap Berkah di Ujung Ramadan: Belajar Pengabdian dari Sunyi Seorang Marbot

Selasa, 25 November 2025 - 17:58 WITA

Prof. Nuriadi Ajak Masyarakat Memuliakan Guru di Hari Guru Nasional 2025

Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:47 WITA

Festival Bau Nyale 2025: Peresean dan Parade Siu Puteri Mandalika Meriahkan Tradisi di Lombok

Senin, 14 Oktober 2024 - 06:59 WITA

Konversi Lahan Pertanian Sebuah Keniscayaan, Ini Gagasan Rohmi Firin untuk Ketahanan Pangan NTB

Minggu, 28 April 2024 - 15:06 WITA

Banyak Manfaat, UMKM Didorong Berinvestasi atau Nabung Saham

Berita Terbaru

Dari situlah lahir ruang yang sehat; tempat kritik dihargai, perbedaan dirawat, dan kebenaran tetap menjadi pijakan utama.(Foto: aks/ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Menjaga Nalar Demokrasi: Antara Kritik dan Pembusukan di Ruang Publik

Jumat, 24 Apr 2026 - 01:14 WITA

Langkah ini bukan sekadar respons jangka pendek terhadap keterbatasan anggaran. Ia mencerminkan upaya untuk membangun fondasi keuangan yang lebih adaptif, inovatif, dan berkelanjutan (Foto: pemkot mataram / ceraken.id)

AJONG MENTARAM

Melampaui Batas Fiskal: Mataram dan Jalan Baru Pembiayaan Daerah

Kamis, 23 Apr 2026 - 13:10 WITA