Menjaga Akuntabilitas, Meneguhkan Kolaborasi: Catatan DPRD untuk NTB yang Lebih Tangguh

Kamis, 23 April 2026 - 22:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketika rekomendasi DPRD diterima sebagai bagian dari proses perbaikan, maka yang terbangun bukan sekadar relasi formal, melainkan kemitraan yang sehat dan produktif (Foto: pemprov ntb/ceraken.id)

Ketika rekomendasi DPRD diterima sebagai bagian dari proses perbaikan, maka yang terbangun bukan sekadar relasi formal, melainkan kemitraan yang sehat dan produktif (Foto: pemprov ntb/ceraken.id)

CERAKEN.ID — Rapat Paripurna DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang digelar di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Selasa (22/4/2026), menghadirkan satu pesan yang tegas: pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kerja keras, tetapi juga pengawasan yang konsisten.

Penyampaian rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun 2025 menjadi bagian penting dari upaya menjaga akuntabilitas pemerintahan sekaligus memastikan arah pembangunan tetap berada di jalur yang tepat.

Forum ini bukan sekadar agenda formal tahunan, melainkan ruang strategis yang mempertemukan dua kekuatan utama dalam sistem pemerintahan daerah, legislatif dan eksekutif. Di sinilah prinsip checks and balances bekerja secara nyata, menghadirkan kritik, evaluasi, sekaligus dorongan perbaikan yang konstruktif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Checks and Balances dalam Arah Pembangunan

Rekomendasi DPRD terhadap LKPJ tidak dapat dipandang sebagai catatan administratif belaka. Ia merupakan refleksi atas kinerja pemerintah daerah selama satu tahun, sekaligus peta jalan untuk pembenahan di masa mendatang.

Dalam konteks ini, DPRD menjalankan fungsinya bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra strategis yang memberikan perspektif alternatif demi penyempurnaan kebijakan publik.

Baca Juga :  Idulfitri sebagai Titik Pulang: Ajakan Memperkuat Kebersamaan Membangun NTB

Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolektivitas dalam membangun daerah. Pernyataan ini tidak sekadar retorika, melainkan pengakuan bahwa kompleksitas tantangan pembangunan hari ini tidak mungkin diselesaikan secara sektoral.

Keterbatasan fiskal, meningkatnya kebutuhan lapangan kerja, hingga dinamika global menuntut pendekatan yang lebih adaptif dan kolaboratif.

Sikap terbuka terhadap kritik yang ditunjukkan pemerintah provinsi menjadi indikator penting dari kematangan tata kelola. Ketika rekomendasi DPRD diterima sebagai bagian dari proses perbaikan, maka yang terbangun bukan sekadar relasi formal, melainkan kemitraan yang sehat dan produktif.

Menjawab Tantangan dengan Energi Baru

Momentum rapat paripurna ini juga ditandai dengan pengenalan sejumlah pejabat eselon II baru hasil seleksi terbuka. Langkah ini memberi sinyal bahwa pemerintah provinsi tengah melakukan penyegaran birokrasi untuk menjawab tantangan yang semakin kompleks.

Penempatan figur-figur baru di posisi strategis seperti Dinas Kebudayaan, Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemuda dan Olahraga, hingga RSUD Provinsi NTB, diharapkan mampu menghadirkan energi baru dalam pelaksanaan program-program pembangunan.

Baca Juga :  Menjemput Dunia dari NTB: Sinkronisasi Program Kepemudaan sebagai Jalan Panjang Generasi Global

Tidak hanya dari sisi administratif, tetapi juga dalam inovasi kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Namun demikian, regenerasi birokrasi tidak akan berarti tanpa diiringi dengan sinergi yang kuat antara eksekutif dan legislatif. Di sinilah pentingnya komunikasi yang intens dan terbuka, agar setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar selaras dengan kebutuhan publik dan mampu menjawab persoalan riil di lapangan.

Pada akhirnya, rapat paripurna ini menjadi lebih dari sekadar agenda kelembagaan. Ia adalah momentum refleksi sekaligus afirmasi bahwa pembangunan NTB membutuhkan fondasi yang kokoh: akuntabilitas, kolaborasi, dan keberanian untuk terus berbenah.

Dalam dinamika yang terus bergerak, kemitraan strategis antara DPRD dan pemerintah provinsi menjadi kunci agar NTB tidak hanya bertahan menghadapi tantangan, tetapi juga mampu melangkah lebih jauh menuju masa depan yang berkelanjutan dan berdaya saing. (*)

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: akun pemprov ntb

Berita Terkait

Meneguhkan Makna Usia: Lansia sebagai Pilar Sosial dan Spirit Kartini di NTB
NTB, Laboratorium Ekonomi Syariah dari Timur Indonesia
Dari Mataram ke Megamendung, Juara Kejurprov ORADO NTB 2026 Siap Berlaga
Dari Desa Menuju Dunia: Jalan NTB Menata Kemakmuran
Gubernur Iqbal: Kesalahan “Angle” Berita Berdampak Besar pada Kebijakan Publik
Menjaring Pemimpin Sekolah Masa Depan di NTB
Dari Sektoral ke Kolaboratif: Menata Ulang Arah Pembangunan NTB 2027
Menata NTB dari Akar: Ketahanan Pangan, Kemiskinan, dan Jalan Menuju Destinasi Dunia

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 22:11 WITA

Menjaga Akuntabilitas, Meneguhkan Kolaborasi: Catatan DPRD untuk NTB yang Lebih Tangguh

Kamis, 23 April 2026 - 09:07 WITA

Meneguhkan Makna Usia: Lansia sebagai Pilar Sosial dan Spirit Kartini di NTB

Selasa, 21 April 2026 - 21:53 WITA

NTB, Laboratorium Ekonomi Syariah dari Timur Indonesia

Selasa, 21 April 2026 - 09:37 WITA

Dari Mataram ke Megamendung, Juara Kejurprov ORADO NTB 2026 Siap Berlaga

Kamis, 16 April 2026 - 20:41 WITA

Dari Desa Menuju Dunia: Jalan NTB Menata Kemakmuran

Berita Terbaru

Dari situlah lahir ruang yang sehat; tempat kritik dihargai, perbedaan dirawat, dan kebenaran tetap menjadi pijakan utama.(Foto: aks/ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Menjaga Nalar Demokrasi: Antara Kritik dan Pembusukan di Ruang Publik

Jumat, 24 Apr 2026 - 01:14 WITA

Langkah ini bukan sekadar respons jangka pendek terhadap keterbatasan anggaran. Ia mencerminkan upaya untuk membangun fondasi keuangan yang lebih adaptif, inovatif, dan berkelanjutan (Foto: pemkot mataram / ceraken.id)

AJONG MENTARAM

Melampaui Batas Fiskal: Mataram dan Jalan Baru Pembiayaan Daerah

Kamis, 23 Apr 2026 - 13:10 WITA