Menjaga Wajah Mataram Jelang Idulfitri: Antara Penataan Kawasan dan Percepatan Pengelolaan Sampah

Rabu, 4 Maret 2026 - 11:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah hadir bukan hanya sebagai regulator, tetapi sebagai pengelola ruang bersama yang memastikan keseimbangan kepentingan tetap terjaga (Foto: ppid kota mataram/ceraken.id)

Pemerintah hadir bukan hanya sebagai regulator, tetapi sebagai pengelola ruang bersama yang memastikan keseimbangan kepentingan tetap terjaga (Foto: ppid kota mataram/ceraken.id)

CERAKEN.ID —  Mataram – Menjelang Idulfitri, Pemerintah Kota Mataram menegaskan komitmennya untuk menata kawasan strategis sekaligus mempercepat penanganan persoalan sampah.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, saat memimpin rapat koordinasi bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Kenari, Kantor Wali Kota Mataram, Selasa (3/3/2026).

Dalam arahannya, Wali Kota secara khusus menyoroti kondisi kawasan depan Bandara Selaparang yang dinilai membutuhkan penataan segera. Aktivitas perdagangan, parkir kendaraan, serta penempatan barang dagangan yang tidak tertib di sepanjang badan jalan menyebabkan penyempitan akses dan memicu kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kawasan tersebut merupakan salah satu pintu pergerakan masyarakat yang cukup padat. Intensitasnya meningkat signifikan menjelang Ramadan dan Idulfitri, ketika mobilitas warga bertambah dan arus kunjungan dari luar daerah mulai ramai.

Dalam situasi itu, keteraturan ruang publik menjadi kebutuhan mendesak.

Ia menegaskan, langkah penertiban dan pemindahan aktivitas di kawasan tersebut bukan untuk mematikan usaha masyarakat, melainkan mengurai kepadatan lalu lintas serta mengembalikan fungsi ruang publik agar lebih tertib dan nyaman.

“Kita tidak sedang menghilangkan ladang usaha masyarakat. Yang kita lakukan adalah penataan, agar aktivitas ekonomi tetap berjalan, tetapi tidak mengganggu kepentingan umum dan kelancaran lalu lintas,” tegasnya.

Penataan ini diposisikan sebagai upaya menyeimbangkan dua kepentingan sekaligus: keberlangsungan ekonomi rakyat dan hak publik atas ruang yang aman serta lancar. Pemerintah kota menyadari bahwa denyut perdagangan informal menjadi bagian penting dinamika perkotaan, namun harus dikelola dengan tata kelola yang jelas.

Baca Juga :  Diskominfo Kota Mataram sebagai Ruang Belajar Bersama di Era Transformasi Digital

Selain penataan kawasan, rapat koordinasi juga membahas percepatan pengosongan lokasi penampungan sampah sementara yang selama ini memicu keluhan masyarakat akibat bau menyengat dan terganggunya mobilitas.

Wali Kota mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Mataram terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB, termasuk berkomunikasi langsung dengan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, guna mempercepat proses administrasi dan izin teknis penggeseran sampah.

Pengosongan lokasi tersebut kini mulai berjalan secara bertahap, meskipun belum sepenuhnya rampung. Di sisi lain, pengangkutan rutin terus diintensifkan untuk mengantisipasi lonjakan volume sampah selama Ramadan, yang umumnya meningkat dibanding hari biasa akibat tingginya konsumsi masyarakat.

Langkah ini menunjukkan bahwa persoalan kebersihan tidak dipandang sebagai isu teknis semata, melainkan bagian dari kualitas hidup warga. Kota yang bersih dan tertata bukan hanya soal estetika, tetapi juga kesehatan lingkungan dan kenyamanan sosial.

Baca Juga :  Kebangkitan dari Ruang Bawah Sadar: Membaca Legacy Seniman Bersama Mantra Ardhana

Wali Kota juga meminta seluruh kepala OPD, camat, dan lurah memperkuat pengawasan di wilayah masing-masing. Peningkatan aktivitas masyarakat, terutama pada malam hari selama Ramadan, perlu diantisipasi agar tidak memicu gangguan ketertiban maupun gesekan sosial.

Setiap potensi persoalan di tingkat lingkungan diminta ditangani secara cepat dan terkoordinasi.

Ia menekankan bahwa kerja-kerja penataan kota dan pengelolaan kebersihan bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bentuk pengabdian sosial yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Pemerintah, dalam hal ini, hadir bukan hanya sebagai regulator, tetapi sebagai pengelola ruang bersama yang memastikan keseimbangan kepentingan tetap terjaga.

Dengan penguatan koordinasi lintas sektor serta langkah penataan yang terukur, Pemerintah Kota Mataram optimistis suasana Ramadan hingga Idulfitri dapat berlangsung dalam kondisi aman, tertib, dan bersih.

Di tengah meningkatnya mobilitas dan aktivitas ekonomi, komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya mempertegas citra Mataram sebagai kota yang nyaman, tertata, dan responsif terhadap kebutuhan warganya.**

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: akun ppid kota mataram

Berita Terkait

Sanitasi yang Memanusiakan
Menyembelih Keserakahan: Makna Iduladha dari Tiga Mimbar di Mataram
Takbir di Bawah Langit Mataram
Menyembelih Ego di Hari Raya
Wayang Botol di Pantai Ampenan: Anak-Anak Menyalakan Panggung Edukasi Lingkungan
Diskominfo Kota Mataram sebagai Ruang Belajar Bersama di Era Transformasi Digital
Harmoni Kota-Kota Nusantara dan Jalan Kolaborasi Menuju Masa Depan
Jakarta dan Mataram Membayangkan Masa Depan Kota dalam Satu Aplikasi

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:38 WITA

Sanitasi yang Memanusiakan

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:42 WITA

Menyembelih Keserakahan: Makna Iduladha dari Tiga Mimbar di Mataram

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:21 WITA

Takbir di Bawah Langit Mataram

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:24 WITA

Menyembelih Ego di Hari Raya

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:17 WITA

Wayang Botol di Pantai Ampenan: Anak-Anak Menyalakan Panggung Edukasi Lingkungan

Berita Terbaru

OPINI

Teori Konvergensi, World Cup 2026 dan Pariwisata Mendunia

Sabtu, 6 Jun 2026 - 17:17 WITA