Menyulam Silaturahmi, Merawat Kota Mataram

Jumat, 6 Maret 2026 - 10:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram terus menyulam masa depannya melalui dialog, kepedulian, dan semangat gotong royong yang hidup di tengah masyarakat (Foto: ppid kota mataram/ceraken.id)

Mataram terus menyulam masa depannya melalui dialog, kepedulian, dan semangat gotong royong yang hidup di tengah masyarakat (Foto: ppid kota mataram/ceraken.id)

CERAKEN.ID — Ramadhan selalu menghadirkan suasana yang berbeda di tengah kehidupan masyarakat. Ia bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan yang memperkuat kembali hubungan sosial; antara keluarga, tetangga, dan juga antara pemimpin dengan warganya.

Di Kota Mataram, tradisi itu dirawat melalui kegiatan Safari Ramadhan yang digelar oleh Pemerintah Kota sebagai ruang perjumpaan, dialog, sekaligus refleksi bersama tentang arah pembangunan kota.

Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, menegaskan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, ia menjadi sarana penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal tersebut disampaikannya saat Safari Ramadhan di Masjid Al Mujahidin, Perumnas, Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Selasa (3/3/2026).

Di hadapan jamaah yang memenuhi masjid, Wali Kota menyampaikan bahwa Kota Mataram bukan sekadar ruang administratif pemerintahan, melainkan rumah bersama bagi seluruh warganya. Di kota inilah masyarakat tumbuh, bekerja, membangun keluarga, dan menanam harapan bagi masa depan generasi berikutnya.

“Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk menyampaikan perkembangan dan kebijakan Kota Mataram, di mana Bapak dan Ibu semua ada di dalamnya. Kota ini adalah tempat kita tumbuh, berkembang, dan membangun harapan bersama,” ujarnya.

Suasana hangat tampak dalam pertemuan tersebut. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat menciptakan ruang dialog yang lebih cair. Tidak hanya mendengar aspirasi warga, tetapi juga memperlihatkan bahwa pembangunan kota adalah proses kolektif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Wali Kota juga mengapresiasi kekompakan jamaah Masjid Al Mujahidin yang dinilainya mampu menjaga nilai-nilai kebersamaan dan keguyuban. Menurutnya, ketika masyarakat mampu merawat persatuan dan menjalankan peran sosialnya dengan baik, tugas pemerintah dalam membangun kota menjadi jauh lebih ringan.

“Terima kasih karena tugas kami sebagai pemimpin menjadi lebih ringan ketika masyarakat mampu menjalankan peran-peran kemasyarakatan, menjaga persatuan, serta menghimpun kebersamaan. Apa yang kita tanam hari ini akan dicontoh oleh anak-anak kita,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyinggung salah satu fokus utama Pemerintah Kota Mataram pada tahun 2026, yakni penanganan persoalan lingkungan, khususnya masalah sampah. Ia menegaskan bahwa persoalan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif masyarakat.

“Tahun 2026 ini kami fokus menangani isu sampah. Kami mohon dimaklumi dan didukung, karena tantangan terbesar dalam isu lingkungan adalah kesadaran kita bersama,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kota yang bersih dan nyaman tidak dapat tercipta tanpa partisipasi warganya. Kesadaran untuk menjaga lingkungan harus tumbuh dari rumah tangga, lingkungan RT, hingga ruang-ruang publik.

Takmir Masjid Al Mujahidin, H. Lalu Sukardi, menyambut baik kehadiran pemerintah dalam Safari Ramadhan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya agenda formal, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan antara pemimpin dan masyarakat.

Baca Juga :  Diskominfo Kota Mataram sebagai Ruang Belajar Bersama di Era Transformasi Digital
Kondisi Kota Mataram yang relatif kondusif selama bulan Ramadhan (Foto: ppid kota mataram/ceraken.id)

“Bagi kami, Safari Ramadhan bukan hanya agenda formal, tetapi momentum untuk mempererat kedekatan antara pemimpin dan rakyatnya. Kami merasa senang dan terhormat atas kehadiran Bapak Wali Kota dan jajaran,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Kota Mataram juga menyerahkan bantuan sebesar Rp25 juta untuk pembangunan Masjid Al Mujahidin, bingkisan bagi jamaah, santunan bagi marbot, bantuan untuk guru ngaji dan majelis taklim, serta bantuan modal usaha dan rombong dari Baznas Kota Mataram.

Suasana yang tak kalah khidmat juga terasa pada Safari Ramadhan ketiga yang digelar di Masjid Al Hidayah, Lingkungan Arong-Arong Timur, Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Rabu (4/3/2026).

Kehadiran Wali Kota H. Mohan Roliskana bersama Wakil Wali Kota TGH. Mujiburrahman, Sekretaris Daerah H. L. Alwan Basri, serta jajaran Forkopimda dan kepala OPD disambut hangat oleh masyarakat setempat. Kehangatan itu mencerminkan hubungan yang telah terjalin lama antara pemerintah dan warga.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyoroti kondisi Kota Mataram yang relatif kondusif selama bulan Ramadhan. Aktivitas ibadah berjalan dengan baik, kegiatan sosial masyarakat juga berlangsung aman dan tertib.

Menurutnya, situasi yang kondusif tersebut tidak terlepas dari sinergi antara berbagai pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Alhamdulillah, hampir setengah bulan Ramadhan ini Kota Mataram relatif kondusif. Aktivitas ibadah berjalan baik, kegiatan sosial masyarakat juga terpantau aman dan lancar,” jelasnya.

Sebagai ibu kota provinsi, Mataram memiliki dinamika yang lebih kompleks dibandingkan kota lain di sekitarnya. Kota ini menjadi pusat pendidikan, perdagangan, dan pemerintahan yang menarik kedatangan masyarakat dari berbagai daerah.

Terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri, aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat biasanya meningkat signifikan. Karena itu, pemerintah bersama TNI dan Polri terus mempersiapkan langkah-langkah pengamanan dan pelayanan bagi masyarakat.

“Mataram ini kota konsentrasi. Banyak saudara-saudara kita dari kabupaten dan kota lain datang untuk belajar, bekerja, dan berbelanja, apalagi menjelang Lebaran,” ujarnya.

Di hadapan warga Arong-Arong Timur, Wali Kota juga mengenang sosok almarhum TGH. Ahyar Abduh, mantan Wali Kota Mataram dua periode yang berasal dari lingkungan tersebut. Ia mengaku banyak belajar tentang kepemimpinan dan politik dari tokoh yang sangat dihormati masyarakat itu.

“Saya bersyukur pernah mendampingi almarhum Tuan Guru Haji Ahyar Abduh. Fondasi pembangunan Kota Mataram hari ini tidak lepas dari kebijakan dan kerja keras para pemimpin sebelumnya,” ungkapnya.

Tokoh masyarakat Arong-Arong Timur, Jaelani, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap lingkungan mereka. Ia berharap silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat terus terjaga.

Baca Juga :  Kebangkitan dari Ruang Bawah Sadar: Membaca Legacy Seniman Bersama Mantra Ardhana
Peran tokoh masyarakat menjadi sangat penting dalam memediasi dan menjaga keseimbangan sosial (Foto: ppid kota mataram/ceraken.id)

“Kami berharap Safari Ramadhan ini menjadi sarana penyampaian informasi pembangunan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kecintaan warga terhadap para pemimpinnya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, bantuan senilai Rp25 juta juga diserahkan untuk Masjid Al Hidayah, disertai bantuan sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat.

Safari Ramadhan berikutnya berlangsung di Masjid Nurul Jadid, Lingkungan Lendang Lekong, Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kamis (5/3/2026). Dalam kesempatan ini, Wali Kota menekankan pentingnya peran tokoh masyarakat sebagai “penerang” di tengah kehidupan warga.

Menurutnya, tokoh masyarakat memiliki posisi strategis karena dihormati dan dipercaya oleh lingkungan sekitarnya. Melalui pengaruh moral dan sosial yang dimiliki, mereka dapat membantu menjaga kerukunan serta menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.

“Tokoh masyarakat itu menjadi orang penerang. Mereka dihormati dan disegani karena perannya di tengah masyarakat, baik karena ilmu, pengalaman, maupun aktivitas sosialnya,” ujarnya.

Ia menilai, berbagai persoalan lingkungan sering kali dapat diselesaikan melalui musyawarah apabila komunikasi antarwarga berjalan dengan baik. Peran tokoh masyarakat menjadi sangat penting dalam memediasi dan menjaga keseimbangan sosial.

Selain itu, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya menjaga budaya silaturahmi dan keguyuban di tengah masyarakat. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, akan menjadi teladan bagi generasi muda.

“Kalau orang tua, tokoh masyarakat, dan warga bisa duduk bersama menyelesaikan masalah dengan baik, itu akan dilihat oleh anak-anak kita,” katanya.

Tokoh masyarakat Lendang Lekong, Ustadz Amri, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran pemerintah di lingkungan mereka. Ia berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

“Mudah-mudahan silaturahmi ini membawa keberkahan bagi lingkungan kami dan semakin memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Seperti pada lokasi sebelumnya, Pemerintah Kota Mataram juga menyerahkan bantuan pembangunan masjid sebesar Rp25 juta, santunan bagi marbot, bantuan untuk guru ngaji dan majelis taklim, serta bantuan modal usaha dari Baznas Kota Mataram.

Melalui rangkaian Safari Ramadhan ini, Pemerintah Kota Mataram berupaya menjaga kedekatan dengan masyarakat sekaligus memastikan bahwa pembangunan tidak hanya berlangsung di ruang-ruang birokrasi, tetapi juga menyentuh kehidupan warga secara langsung.

Di tengah perkembangan kota yang terus bergerak, silaturahmi menjadi jembatan yang merawat hubungan sosial antara pemerintah dan masyarakat. Dari masjid ke masjid, dari lingkungan ke lingkungan, pesan yang disampaikan tetap sama: membangun kota tidak hanya dengan kebijakan, tetapi juga dengan kebersamaan.

Di sanalah, Mataram terus menyulam masa depannya melalui dialog, kepedulian, dan semangat gotong royong yang hidup di tengah masyarakat. **

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: akun ppid kota mataram

Berita Terkait

Sanitasi yang Memanusiakan
Menyembelih Keserakahan: Makna Iduladha dari Tiga Mimbar di Mataram
Takbir di Bawah Langit Mataram
Menyembelih Ego di Hari Raya
Wayang Botol di Pantai Ampenan: Anak-Anak Menyalakan Panggung Edukasi Lingkungan
Diskominfo Kota Mataram sebagai Ruang Belajar Bersama di Era Transformasi Digital
Harmoni Kota-Kota Nusantara dan Jalan Kolaborasi Menuju Masa Depan
Jakarta dan Mataram Membayangkan Masa Depan Kota dalam Satu Aplikasi

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:38 WITA

Sanitasi yang Memanusiakan

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:42 WITA

Menyembelih Keserakahan: Makna Iduladha dari Tiga Mimbar di Mataram

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:21 WITA

Takbir di Bawah Langit Mataram

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:24 WITA

Menyembelih Ego di Hari Raya

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:17 WITA

Wayang Botol di Pantai Ampenan: Anak-Anak Menyalakan Panggung Edukasi Lingkungan

Berita Terbaru

Diperlukan gerakan kolektif yang menjangkau keluarga, sekolah, komunitas, hingga ruang publik agar perubahan dapat berlangsung secara berkelanjutan (Foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

INFORIAL

Suara Kesetaraan dari Bumi Gora

Jumat, 5 Jun 2026 - 10:59 WITA

BEDAH BUKU

Menyembah Bendoro Cuan: Catatan Perlawanan dari Pinggir Zaman

Jumat, 5 Jun 2026 - 00:42 WITA