Idulfitri di Mataram: Merawat Harmoni di Tengah Perbedaan

Minggu, 22 Maret 2026 - 08:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: pemkot mataram/ceraken.id)

(Foto: pemkot mataram/ceraken.id)

CERAKEN.ID — Suasana pagi Idulfitri 1447 Hijriah di Kota Mataram menghadirkan lebih dari sekadar perayaan keagamaan.

Di tengah hamparan Lapangan Lombok Epicentrum Mall, ribuan warga berkumpul menunaikan salat Id dengan khidmat, dipimpin oleh semangat kebersamaan yang terasa hangat dan tulus.

Di antara mereka, Wali Kota H. Mohan Roliskana turut hadir, menyatu dengan masyarakat dalam momen yang sarat makna spiritual dan sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perayaan tahun ini memiliki nuansa yang istimewa. Idulfitri hadir berdekatan dengan hari suci umat Hindu, sebuah kebetulan kalender yang justru mempertegas realitas sosial Mataram sebagai kota yang hidup dalam keberagaman.

Di tengah perbedaan keyakinan, masyarakat tidak terjebak dalam sekat, melainkan menunjukkan bahwa toleransi bukan sekadar jargon, tetapi praktik nyata yang tumbuh dari kesadaran kolektif.

“Kita patut bersyukur… di tengah perbedaan, kita tetap menjaga kebersamaan dan saling menghormati,” ujar Mohan Roliskana dalam pesannya.

Pernyataan ini bukan sekadar formalitas, melainkan refleksi dari denyut kehidupan masyarakat yang telah lama menjadikan harmoni sebagai fondasi bersama.

Baca Juga :  TAGANA dan Wajah Kemanusiaan di Tengah Ancaman Bencana

Di sudut lain kota, semangat serupa juga terasa di lingkungan Masjid Al Raisyiah, Karang Pule, Kecamatan Sekarbela. Wakil Wali Kota TGH Mujiburrahman hadir sekaligus menyampaikan khutbah Idulfitri di hadapan jamaah yang memadati masjid.

(Foto: pemkot mataram/ceraken.id)

Dalam khutbahnya, ia menggarisbawahi pentingnya syukur sebagai sikap hidup, serta mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan rasa terima kasih, memperkuat tradisi saling memaafkan, dan menjaga kasih sayang dalam kehidupan sosial.

Lebih dari itu, ia mengingatkan bahwa lisan adalah cerminan akhlak. Di era digital yang serba cepat, pesan ini menjadi semakin relevan.

Media sosial, yang kerap menjadi ruang tanpa batas, menuntut kebijaksanaan dalam bertutur dan bersikap. Sebab, harmoni yang dibangun di dunia nyata dapat dengan mudah terkikis oleh kata-kata yang tidak terjaga di ruang maya.

Baca Juga :  Diskominfo Kota Mataram sebagai Ruang Belajar Bersama di Era Transformasi Digital

Idulfitri, pada akhirnya, bukan hanya tentang kembali ke fitrah secara personal, tetapi juga tentang memperbarui komitmen kolektif sebagai masyarakat. Mataram memberikan pelajaran penting: bahwa perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan dirawat sebagai kekuatan.

Bahwa toleransi tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari kesediaan untuk saling memahami.

Di kota ini, harmoni tidak hadir secara tiba-tiba. Ia dijaga melalui sikap saling menghormati, melalui kesadaran untuk menempatkan kemanusiaan di atas perbedaan, serta melalui komitmen untuk terus merawat ruang kebersamaan.

Momentum Idulfitri 1447 H menjadi pengingat bahwa kebersamaan adalah investasi sosial yang tak ternilai.

Dari Mataram, pesan itu bergema: damai bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan hasil dari pilihan-pilihan bijak yang terus diupayakan bersama.

Selamat Idulfitri 1447 Hijriah. Saatnya kembali merajut silaturahmi, memperkuat toleransi, dan menjaga Mataram tetap menjadi rumah yang damai bagi semua. (*)

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: akun pemkot mataram

Berita Terkait

Sanitasi yang Memanusiakan
Menyembelih Keserakahan: Makna Iduladha dari Tiga Mimbar di Mataram
Takbir di Bawah Langit Mataram
Menyembelih Ego di Hari Raya
Wayang Botol di Pantai Ampenan: Anak-Anak Menyalakan Panggung Edukasi Lingkungan
Diskominfo Kota Mataram sebagai Ruang Belajar Bersama di Era Transformasi Digital
Harmoni Kota-Kota Nusantara dan Jalan Kolaborasi Menuju Masa Depan
Jakarta dan Mataram Membayangkan Masa Depan Kota dalam Satu Aplikasi

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:38 WITA

Sanitasi yang Memanusiakan

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:42 WITA

Menyembelih Keserakahan: Makna Iduladha dari Tiga Mimbar di Mataram

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:21 WITA

Takbir di Bawah Langit Mataram

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:24 WITA

Menyembelih Ego di Hari Raya

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:17 WITA

Wayang Botol di Pantai Ampenan: Anak-Anak Menyalakan Panggung Edukasi Lingkungan

Berita Terbaru

Diperlukan gerakan kolektif yang menjangkau keluarga, sekolah, komunitas, hingga ruang publik agar perubahan dapat berlangsung secara berkelanjutan (Foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

INFORIAL

Suara Kesetaraan dari Bumi Gora

Jumat, 5 Jun 2026 - 10:59 WITA

BEDAH BUKU

Menyembah Bendoro Cuan: Catatan Perlawanan dari Pinggir Zaman

Jumat, 5 Jun 2026 - 00:42 WITA