Menjaga Laju Penurunan Kemiskinan dan Stunting di Kota Mataram

Jumat, 10 April 2026 - 15:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dengan perencanaan yang terukur, kolaborasi lintas sektor, dan keberanian berinovasi, pembangunan yang inklusif bukan sekadar wacana (Foto: pemkot mataram/ceraken.id)

Dengan perencanaan yang terukur, kolaborasi lintas sektor, dan keberanian berinovasi, pembangunan yang inklusif bukan sekadar wacana (Foto: pemkot mataram/ceraken.id)

CERAKEN.ID — Pemerintah Kota Mataram kembali menegaskan arah kebijakan pembangunannya: memastikan kesejahteraan warga melalui penurunan kemiskinan dan percepatan penanganan stunting. Komitmen ini tercermin dalam pemaparan kinerja daerah yang berlangsung di Command Center, Kantor Wali Kota Mataram, Rabu (4/4/2026), dalam forum strategis bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Di hadapan tim penilai, Sekretaris Daerah Kota Mataram, H. L. Alwan Basri, memaparkan capaian yang menunjukkan tren menggembirakan. Angka kemiskinan yang sebelumnya berada di level 8,62 persen pada 2023, berhasil ditekan menjadi 7,15 persen pada 2025.

Penurunan ini bukan sekadar angka statistik, melainkan representasi dari hampir 4.000 jiwa yang berhasil keluar dari garis kemiskinan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Capaian tersebut tidak hadir secara kebetulan. Pemerintah Kota Mataram mengarahkan intervensinya melalui tiga strategi utama: mengurangi beban pengeluaran masyarakat, meningkatkan pendapatan, serta menekan kantong-kantong kemiskinan.

Dengan dukungan anggaran lebih dari Rp65 miliar, berbagai program dijalankan secara terstruktur, mulai dari bantuan sosial hingga pemberdayaan ekonomi dan pembangunan infrastruktur dasar yang menyasar lebih dari 90 ribu penerima manfaat.

Pendekatan ini memperlihatkan bahwa kebijakan fiskal daerah tidak hanya berfungsi sebagai alat distribusi, tetapi juga sebagai instrumen transformasi sosial. Pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga :  Menjaga Tunas Bangsa di Tengah Pertarungan Digital

Di sektor kesehatan, capaian tak kalah signifikan terlihat dalam penanganan stunting. Berdasarkan data EPPGBM, prevalensi stunting di Kota Mataram turun drastis dari 17,13 persen pada 2022 menjadi 5,53 persen pada 2025.

Penurunan ini menempatkan Mataram sebagai salah satu daerah dengan progres percepatan stunting yang patut diperhitungkan.

Keberhasilan tersebut ditopang oleh pendekatan konvergen lintas sektor. Penanganan stunting tidak lagi dilihat semata sebagai persoalan kesehatan, melainkan sebagai isu multidimensional yang mencakup gizi, pola asuh, sanitasi, hingga lingkungan.

Dukungan anggaran lebih dari Rp44,8 miliar memperkuat berbagai intervensi, baik yang bersifat spesifik seperti pemberian gizi tambahan, maupun sensitif seperti penyediaan air bersih dan edukasi keluarga.

Selain itu, inovasi daerah turut memainkan peran penting. Aplikasi SEPADAN, misalnya, menjadi instrumen strategis dalam pemutakhiran data kemiskinan secara lebih akurat dan dinamis. Dengan basis data yang kuat, intervensi kebijakan menjadi lebih tepat sasaran, sekaligus meminimalisir potensi kesalahan dalam distribusi bantuan.

Catatan Kritis

Meski demikian, apresiasi yang diberikan oleh panelis dari Kementerian Dalam Negeri, Aditya, juga disertai dengan sejumlah catatan kritis. Ia menyoroti pentingnya memperjelas langkah konkret dalam menjangkau kelompok masyarakat miskin di sektor informal, serta memperkuat intervensi bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan lansia.

Baca Juga :  Kebangkitan dari Ruang Bawah Sadar: Membaca Legacy Seniman Bersama Mantra Ardhana

Catatan ini menjadi pengingat bahwa tantangan pembangunan sosial tidak berhenti pada capaian agregat. Di balik angka-angka yang menurun, terdapat kompleksitas persoalan yang membutuhkan pendekatan lebih spesifik dan berkelanjutan.

Sektor informal, misalnya, sering kali berada di wilayah abu-abu kebijakan, dengan keterbatasan akses terhadap perlindungan sosial dan peluang ekonomi yang stabil.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Mataram menegaskan bahwa berbagai program telah dirancang secara berkelanjutan. Pelatihan kerja, pemberdayaan UMKM, hingga fasilitasi akses ekonomi terus didorong untuk mengakselerasi transformasi dari sektor informal menuju sektor formal.

Sementara itu, intervensi terhadap kelompok rentan diperkuat melalui integrasi bantuan sosial, layanan kesehatan, serta program pemberdayaan berbasis data.

Forum ini pada akhirnya tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga ruang refleksi bagi Pemerintah Kota Mataram untuk terus menyempurnakan strategi pembangunan. Komitmen yang disampaikan Sekda menjadi penegas arah tersebut: menurunkan kemiskinan, menuntaskan stunting, dan memastikan setiap warga memiliki kesempatan hidup yang lebih sejahtera.

Di tengah dinamika kebijakan nasional dan tantangan ekonomi global, konsistensi dan keberlanjutan menjadi kunci. Kota Mataram menunjukkan bahwa dengan perencanaan yang terukur, kolaborasi lintas sektor, dan keberanian berinovasi, pembangunan yang inklusif bukan sekadar wacana, melainkan kenyataan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.(*)

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: akun ppid kota mataram

Berita Terkait

Sanitasi yang Memanusiakan
Menyembelih Keserakahan: Makna Iduladha dari Tiga Mimbar di Mataram
Takbir di Bawah Langit Mataram
Menyembelih Ego di Hari Raya
Wayang Botol di Pantai Ampenan: Anak-Anak Menyalakan Panggung Edukasi Lingkungan
Diskominfo Kota Mataram sebagai Ruang Belajar Bersama di Era Transformasi Digital
Harmoni Kota-Kota Nusantara dan Jalan Kolaborasi Menuju Masa Depan
Jakarta dan Mataram Membayangkan Masa Depan Kota dalam Satu Aplikasi

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:38 WITA

Sanitasi yang Memanusiakan

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:42 WITA

Menyembelih Keserakahan: Makna Iduladha dari Tiga Mimbar di Mataram

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:21 WITA

Takbir di Bawah Langit Mataram

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:24 WITA

Menyembelih Ego di Hari Raya

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:17 WITA

Wayang Botol di Pantai Ampenan: Anak-Anak Menyalakan Panggung Edukasi Lingkungan

Berita Terbaru

Diperlukan gerakan kolektif yang menjangkau keluarga, sekolah, komunitas, hingga ruang publik agar perubahan dapat berlangsung secara berkelanjutan (Foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

INFORIAL

Suara Kesetaraan dari Bumi Gora

Jumat, 5 Jun 2026 - 10:59 WITA

BEDAH BUKU

Menyembah Bendoro Cuan: Catatan Perlawanan dari Pinggir Zaman

Jumat, 5 Jun 2026 - 00:42 WITA