Di Bawah Langit Kebun Kekeri: Alumni SMANSA 87 Menenun Kembali Benang Persaudaraan

Selasa, 24 Maret 2026 - 19:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perencanaan yang matang membuat setiap peserta merasakan suasana layaknya pulang ke rumah, penuh keakraban dan cinta (Foto: ist/ceraken.id)

Perencanaan yang matang membuat setiap peserta merasakan suasana layaknya pulang ke rumah, penuh keakraban dan cinta (Foto: ist/ceraken.id)

Laporan: A. Hadi

CERAKEN.ID — Suasana syahdu dan penuh kehangatan menyelimuti Kebun Kekeri saat puluhan alumni SMA Negeri 1 Mataram (SMANSA) angkatan 1987 kembali berkumpul dalam momentum Halal bi Halal.

Mengusung tema “Menenun Kembali Benang Persaudaraan di Bawah Langit Kedamaian”, pertemuan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguat ikatan batin di antara sahabat lama.

Kegiatan tersebut terasa kian istimewa karena berlangsung tak lama setelah dua hari besar keagamaan, Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keheningan Nyepi yang sarat makna berpadu dengan semangat kemenangan dan saling memaafkan dari Idul Fitri, menciptakan atmosfer spiritual yang mendalam bagi para alumni yang hadir.

Acara yang diinisiasi oleh panitia kecil di bawah komando Tri Budi Prayitno berlangsung hangat dan cair. Perencanaan yang matang membuat setiap peserta merasakan suasana layaknya pulang ke rumah, penuh keakraban dan cinta.

Baca Juga :  Menjembatani Ruang Kelas dan Pelayanan Publik

Kemeriahan semakin terasa ketika duet pembawa acara, Alfan dan Yatik, menghidupkan suasana dengan banyolan khas masa sekolah.

Tawa lepas pecah di sela-sela pembagian doorprize dan saweran dari donatur spontan, seakan menghapus jarak puluhan tahun sejak mereka meninggalkan bangku sekolah.

Benang-benang persaudaraan yang sempat longgar kembali dirajut dengan kesadaran dan ketulusan (Foto: ist/ceraken.id)

Namun, di balik gelak tawa tersebut, terselip pesan mendalam tentang makna kebersamaan. Dalam sambutannya, Ketua Panitia Tri Budi Prayitno, yang akrab disapa Yiyit, mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi di usia yang telah memasuki fase matang.

“Di usia kita yang kini 57 hingga 58 tahun, setiap detik pertemuan adalah anugerah. Kita tidak lagi berbicara tentang kompetisi atau pencapaian, melainkan bagaimana saling merangkul, memaafkan, dan menjaga kesehatan batin melalui silaturahmi yang tulus,” ujarnya, diselingi pantun khas yang mengundang haru.

Tema yang diangkat dalam kegiatan ini bukan sekadar simbolik. Kesibukan hidup yang dijalani masing-masing alumni kerap membuat komunikasi merenggang.

Baca Juga :  Ketika Mataram Menjadi Ruang Belajar Digital bagi Daerah Lain

Melalui Halal bi Halal ini, benang-benang persaudaraan yang sempat longgar kembali dirajut dengan kesadaran dan ketulusan.

Di bawah langit Kebun Kekeri, para alumni membuktikan bahwa persahabatan yang terbangun sejak masa sekolah tidak lekang oleh waktu.

Harmoni yang tercermin dari kebersamaan mereka, yang baru saja melewati Nyepi dan Idul Fitri, menjadi cerminan nilai toleransi dan kasih sayang yang terus hidup.

Acara diawali dengan pembacaan doa oleh Almukarram Haji Kurdi dan ditutup dengan sesi foto bersama penuh keceriaan.

Lebih dari sekadar pertemuan, momen ini meninggalkan janji tak terucap: bahwa benang persaudaraan akan terus dijaga hingga akhir hayat.

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: liputan

Berita Terkait

Sanitasi yang Memanusiakan
Menyembelih Keserakahan: Makna Iduladha dari Tiga Mimbar di Mataram
Takbir di Bawah Langit Mataram
Menyembelih Ego di Hari Raya
Wayang Botol di Pantai Ampenan: Anak-Anak Menyalakan Panggung Edukasi Lingkungan
Diskominfo Kota Mataram sebagai Ruang Belajar Bersama di Era Transformasi Digital
Harmoni Kota-Kota Nusantara dan Jalan Kolaborasi Menuju Masa Depan
Jakarta dan Mataram Membayangkan Masa Depan Kota dalam Satu Aplikasi

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:38 WITA

Sanitasi yang Memanusiakan

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:42 WITA

Menyembelih Keserakahan: Makna Iduladha dari Tiga Mimbar di Mataram

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:21 WITA

Takbir di Bawah Langit Mataram

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:24 WITA

Menyembelih Ego di Hari Raya

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:17 WITA

Wayang Botol di Pantai Ampenan: Anak-Anak Menyalakan Panggung Edukasi Lingkungan

Berita Terbaru

Diperlukan gerakan kolektif yang menjangkau keluarga, sekolah, komunitas, hingga ruang publik agar perubahan dapat berlangsung secara berkelanjutan (Foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

INFORIAL

Suara Kesetaraan dari Bumi Gora

Jumat, 5 Jun 2026 - 10:59 WITA

BEDAH BUKU

Menyembah Bendoro Cuan: Catatan Perlawanan dari Pinggir Zaman

Jumat, 5 Jun 2026 - 00:42 WITA