Laporan: A. Hadi
CERAKEN.ID — Suasana syahdu dan penuh kehangatan menyelimuti Kebun Kekeri saat puluhan alumni SMA Negeri 1 Mataram (SMANSA) angkatan 1987 kembali berkumpul dalam momentum Halal bi Halal.
Mengusung tema “Menenun Kembali Benang Persaudaraan di Bawah Langit Kedamaian”, pertemuan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguat ikatan batin di antara sahabat lama.
Kegiatan tersebut terasa kian istimewa karena berlangsung tak lama setelah dua hari besar keagamaan, Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keheningan Nyepi yang sarat makna berpadu dengan semangat kemenangan dan saling memaafkan dari Idul Fitri, menciptakan atmosfer spiritual yang mendalam bagi para alumni yang hadir.
Acara yang diinisiasi oleh panitia kecil di bawah komando Tri Budi Prayitno berlangsung hangat dan cair. Perencanaan yang matang membuat setiap peserta merasakan suasana layaknya pulang ke rumah, penuh keakraban dan cinta.
Kemeriahan semakin terasa ketika duet pembawa acara, Alfan dan Yatik, menghidupkan suasana dengan banyolan khas masa sekolah.
Tawa lepas pecah di sela-sela pembagian doorprize dan saweran dari donatur spontan, seakan menghapus jarak puluhan tahun sejak mereka meninggalkan bangku sekolah.

Namun, di balik gelak tawa tersebut, terselip pesan mendalam tentang makna kebersamaan. Dalam sambutannya, Ketua Panitia Tri Budi Prayitno, yang akrab disapa Yiyit, mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi di usia yang telah memasuki fase matang.
“Di usia kita yang kini 57 hingga 58 tahun, setiap detik pertemuan adalah anugerah. Kita tidak lagi berbicara tentang kompetisi atau pencapaian, melainkan bagaimana saling merangkul, memaafkan, dan menjaga kesehatan batin melalui silaturahmi yang tulus,” ujarnya, diselingi pantun khas yang mengundang haru.
Tema yang diangkat dalam kegiatan ini bukan sekadar simbolik. Kesibukan hidup yang dijalani masing-masing alumni kerap membuat komunikasi merenggang.
Melalui Halal bi Halal ini, benang-benang persaudaraan yang sempat longgar kembali dirajut dengan kesadaran dan ketulusan.
Di bawah langit Kebun Kekeri, para alumni membuktikan bahwa persahabatan yang terbangun sejak masa sekolah tidak lekang oleh waktu.
Harmoni yang tercermin dari kebersamaan mereka, yang baru saja melewati Nyepi dan Idul Fitri, menjadi cerminan nilai toleransi dan kasih sayang yang terus hidup.
Acara diawali dengan pembacaan doa oleh Almukarram Haji Kurdi dan ditutup dengan sesi foto bersama penuh keceriaan.
Lebih dari sekadar pertemuan, momen ini meninggalkan janji tak terucap: bahwa benang persaudaraan akan terus dijaga hingga akhir hayat.
Penulis : aks
Editor : ceraken editor
Sumber Berita: liputan































































