Gedung SPKT Polresta Mataram: Simbol Sinergi dan Wajah Baru Pelayanan Kepolisian

Jumat, 27 Februari 2026 - 15:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ia adalah simbol komitmen bersama untuk menghadirkan pelayanan kepolisian yang lebih baik (Foto: Pemkot Mataram/ceraken.id)

Ia adalah simbol komitmen bersama untuk menghadirkan pelayanan kepolisian yang lebih baik (Foto: Pemkot Mataram/ceraken.id)

CERAKEN.ID — Genap 120 hari sejak peletakan batu pertama oleh Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, pembangunan Gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Mataram akhirnya rampung. Pada Jumat, 27 Februari 2026, gedung tersebut diresmikan langsung oleh Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, Edy Murbowo.

Peresmian ini menjadi penanda bukan sekadar selesainya pembangunan fisik, tetapi lahirnya wajah baru pelayanan kepolisian di Kota Mataram: lebih modern, lebih inklusif, dan lebih terintegrasi. Momentum tersebut juga dirangkaikan dengan renovasi Kantor Polsek Narmada, memperkuat pelayanan hingga ke wilayah penyangga kota.

Turut hadir dalam peresmian itu Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana dan Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha. Kehadiran para pemimpin daerah tersebut menegaskan bahwa pembangunan sektor keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi hasil kolaborasi lintas pemerintahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Empat bulan lalu, peletakan batu pertama dilakukan dengan harapan menghadirkan ruang pelayanan yang lebih representatif bagi masyarakat. Kini, bangunan itu berdiri kokoh sebagai simbol keseriusan pemerintah daerah dan kepolisian dalam memperbaiki sistem layanan publik.

Kapolresta Mataram, Hendro Purwoko, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Mataram atas dukungan dana hibah yang memungkinkan pembangunan gedung tersebut berjalan cepat dan tepat waktu. Baginya, SPKT bukan hanya ruang administratif, tetapi garda terdepan interaksi antara polisi dan masyarakat.

“Pembangunan SPKT menjadi simbol nyata sinergi antar lembaga dalam memperkuat pelayanan publik yang inklusif, profesional, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat,” ujarnya.

Dalam konteks pelayanan publik, kecepatan dan kepastian sering kali menjadi ukuran utama. Gedung baru ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut, menghadirkan sistem pelayanan terpadu yang memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan kepolisian dalam satu tempat.

Baca Juga :  Pameran Seni SMAN 8 Mataram Menafsirkan Sekolah sebagai Ruang Tumbuh Kehidupan
Layanan Terpadu, Akses Lebih Mudah

SPKT Polresta Mataram menghadirkan beragam layanan yang selama ini menjadi kebutuhan utama warga. Mulai dari pelayanan laporan pengaduan masyarakat, penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), hingga pelayanan pengaduan tindak pidana, termasuk Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Perempuan dan Anak (TPPA).

Selain itu, tersedia pula pelayanan pelanggaran lalu lintas, pengaduan Propam, serta fasilitas khusus bagi masyarakat berkebutuhan khusus. Kehadiran fasilitas ramah disabilitas menjadi salah satu poin penting yang menandai komitmen inklusivitas.

Pendekatan terpadu ini sejalan dengan semangat reformasi birokrasi di tubuh Polri, menjadikan kantor kepolisian sebagai ruang pelayanan yang humanis, bukan sekadar institusi penegakan hukum yang kaku. Transparansi, akuntabilitas, dan keramahan menjadi nilai yang terus dikuatkan.

Pembangunan SPKT menjadi simbol nyata sinergi antar lembaga dalam memperkuat pelayanan publik (Foto: Pemkot Mataram/ceraken.id)

Bagi warga Kota Mataram, kehadiran gedung SPKT yang representatif memberi rasa percaya diri bahwa laporan dan kebutuhan mereka akan ditangani dengan lebih cepat dan profesional.

Peresmian SPKT juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan kepolisian. Dukungan hibah dari Pemerintah Kota Mataram menunjukkan bahwa sektor keamanan dipandang sebagai bagian integral dari pembangunan kota.

Wali Kota Mataram menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung penguatan sistem pelayanan kepolisian yang modern dan inklusif. Keamanan, menurutnya, adalah fondasi utama pembangunan. Tanpa rasa aman, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial tidak dapat berjalan optimal.

Sinergi ini menjadi model kolaborasi yang patut dicontoh. Pemerintah daerah menyediakan dukungan anggaran dan kebijakan, sementara kepolisian memastikan pelayanan dan penegakan hukum berjalan profesional.

Baca Juga :  Menyembelih Keserakahan: Makna Iduladha dari Tiga Mimbar di Mataram

Hasilnya adalah pelayanan publik yang lebih terintegrasi dan responsif.

Membangun Kepercayaan Publik

Gedung baru hanyalah awal. Tantangan sesungguhnya terletak pada bagaimana memaksimalkan fungsi dan menjaga kualitas pelayanan. Kepercayaan publik tidak hanya dibangun lewat bangunan megah, tetapi melalui sikap petugas yang ramah, proses yang transparan, serta penanganan kasus yang cepat dan adil.

SPKT sebagai pintu pertama pelayanan kepolisian memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi masyarakat. Jika pelayanan di tingkat ini berjalan baik, maka citra institusi secara keseluruhan ikut terangkat.

Di tengah dinamika sosial dan meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat dan digital, Polresta Mataram dituntut terus berinovasi. Gedung baru menjadi modal fisik, sementara profesionalisme sumber daya manusia menjadi modal utama.

Peresmian Gedung SPKT Polresta Mataram bukan sekadar seremoni administratif. Ia adalah simbol komitmen bersama untuk menghadirkan pelayanan kepolisian yang lebih baik. Dengan fasilitas yang lebih representatif dan sistem yang lebih terpadu, masyarakat diharapkan merasakan kemudahan, kenyamanan, dan kepastian dalam mengakses layanan.

Lebih dari itu, gedung ini diharapkan menjadi ruang yang membangun kepercayaan, tempat di mana warga merasa didengar, dilindungi, dan dihargai hak-haknya.

Di usia 120 hari pembangunannya, SPKT Polresta Mataram telah berdiri sebagai bukti bahwa kolaborasi dapat melahirkan perubahan nyata. Kini, tantangan berikutnya adalah menjaga semangat sinergi itu tetap hidup, demi keamanan dan ketenteraman Kota Mataram yang terus bertumbuh.**

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: akun pemkot mataram

Berita Terkait

Sanitasi yang Memanusiakan
Menyembelih Keserakahan: Makna Iduladha dari Tiga Mimbar di Mataram
Takbir di Bawah Langit Mataram
Menyembelih Ego di Hari Raya
Wayang Botol di Pantai Ampenan: Anak-Anak Menyalakan Panggung Edukasi Lingkungan
Diskominfo Kota Mataram sebagai Ruang Belajar Bersama di Era Transformasi Digital
Harmoni Kota-Kota Nusantara dan Jalan Kolaborasi Menuju Masa Depan
Jakarta dan Mataram Membayangkan Masa Depan Kota dalam Satu Aplikasi

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:38 WITA

Sanitasi yang Memanusiakan

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:42 WITA

Menyembelih Keserakahan: Makna Iduladha dari Tiga Mimbar di Mataram

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:21 WITA

Takbir di Bawah Langit Mataram

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:24 WITA

Menyembelih Ego di Hari Raya

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:17 WITA

Wayang Botol di Pantai Ampenan: Anak-Anak Menyalakan Panggung Edukasi Lingkungan

Berita Terbaru

Diperlukan gerakan kolektif yang menjangkau keluarga, sekolah, komunitas, hingga ruang publik agar perubahan dapat berlangsung secara berkelanjutan (Foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

INFORIAL

Suara Kesetaraan dari Bumi Gora

Jumat, 5 Jun 2026 - 10:59 WITA

BEDAH BUKU

Menyembah Bendoro Cuan: Catatan Perlawanan dari Pinggir Zaman

Jumat, 5 Jun 2026 - 00:42 WITA