Menjaga Dapur Rakyat: Bantuan Pangan dari Mataram Menjelang Lebaran

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

H. L. Martawang. Ia menegaskan bahwa stabilitas pangan merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat (Foto: pemkot mataram/ceraken.id)

H. L. Martawang. Ia menegaskan bahwa stabilitas pangan merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat (Foto: pemkot mataram/ceraken.id)

CERAKEN.ID — Menjelang Hari Raya, dapur rumah tangga sering menjadi cermin paling jujur dari kondisi ekonomi masyarakat. Di saat kebutuhan meningkat dan harga pangan cenderung berfluktuasi, kehadiran negara dalam memastikan ketersediaan bahan pokok menjadi penting.

Inilah yang melatarbelakangi Pemerintah Kota Mataram bersama Perum Bulog meluncurkan program penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi Februari dan Maret 2026.

Peluncuran program tersebut dilakukan di Halaman Kantor Wali Kota di Mataram pada Jumat (13/03/2026), ditandai dengan pelepasan armada distribusi bantuan pangan kepada masyarakat. Momentum ini tidak sekadar seremoni administratif, melainkan simbol kehadiran pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memastikan masyarakat dapat menyambut hari raya dengan lebih tenang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program bantuan pangan ini menyasar 46.983 Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang tersebar di enam kecamatan dan 50 kelurahan di Kota Mataram.

Baca Juga :  Pameran Seni SMAN 8 Mataram Menafsirkan Sekolah sebagai Ruang Tumbuh Kehidupan

Dalam penyaluran kali ini, setiap penerima memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng, yang diberikan sekaligus untuk dua bulan alokasi. Skema ini dirancang untuk memastikan bantuan dapat langsung dimanfaatkan masyarakat tanpa harus menunggu distribusi berikutnya.

Peluncuran secara simbolis dilakukan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram, H. L. Martawang, yang akrab disapa Miq Aweng. Ia menegaskan bahwa stabilitas pangan merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Armada yang dilepas menjadi pengingat bahwa kebijakan publik pada akhirnya harus bermuara pada manfaat nyata bagi warga (Foto: pemkot mataram/ceraken.id)

Tahap awal distribusi bantuan difokuskan pada tiga wilayah, yakni Kelurahan Monjok Timur, Kelurahan Mataram Barat, dan Kelurahan Dasan Agung Baru. Dari titik-titik ini, bantuan akan terus bergerak menjangkau seluruh wilayah penerima di Kota Mataram.

Armada yang dilepas menjadi pengingat bahwa kebijakan publik pada akhirnya harus bermuara pada manfaat nyata bagi warga.

Dalam sambutannya, Miq Aweng juga mengingatkan seluruh tim di lingkungan pemerintah kota agar memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan. Ia berharap bantuan tersebut dapat segera dinikmati masyarakat yang membutuhkan, terutama menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Baca Juga :  Menjaga Tunas Bangsa di Tengah Pertarungan Digital

Lebih dari sekadar bantuan logistik, program penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah ini juga mencerminkan upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah dinamika ekonomi. Ketika pemerintah, lembaga logistik negara, dan aparatur daerah bergerak bersama, ketahanan pangan tidak hanya menjadi konsep kebijakan, tetapi hadir nyata di meja makan masyarakat.

Di tengah suasana Ramadan yang sarat makna solidaritas, distribusi bantuan pangan ini menjadi pengingat bahwa kesejahteraan sosial dibangun melalui kerja kolektif.

Dari halaman kantor wali kota hingga ke dapur-dapur rumah warga, pesan yang ingin disampaikan sederhana namun penting: negara hadir untuk memastikan tidak ada masyarakat yang menghadapi hari raya dengan kekhawatiran akan kebutuhan pokok.(*)

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: akun pemkot mataran

Berita Terkait

Sanitasi yang Memanusiakan
Menyembelih Keserakahan: Makna Iduladha dari Tiga Mimbar di Mataram
Takbir di Bawah Langit Mataram
Menyembelih Ego di Hari Raya
Wayang Botol di Pantai Ampenan: Anak-Anak Menyalakan Panggung Edukasi Lingkungan
Diskominfo Kota Mataram sebagai Ruang Belajar Bersama di Era Transformasi Digital
Harmoni Kota-Kota Nusantara dan Jalan Kolaborasi Menuju Masa Depan
Jakarta dan Mataram Membayangkan Masa Depan Kota dalam Satu Aplikasi

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:38 WITA

Sanitasi yang Memanusiakan

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:42 WITA

Menyembelih Keserakahan: Makna Iduladha dari Tiga Mimbar di Mataram

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:21 WITA

Takbir di Bawah Langit Mataram

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:24 WITA

Menyembelih Ego di Hari Raya

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:17 WITA

Wayang Botol di Pantai Ampenan: Anak-Anak Menyalakan Panggung Edukasi Lingkungan

Berita Terbaru

Diperlukan gerakan kolektif yang menjangkau keluarga, sekolah, komunitas, hingga ruang publik agar perubahan dapat berlangsung secara berkelanjutan (Foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

INFORIAL

Suara Kesetaraan dari Bumi Gora

Jumat, 5 Jun 2026 - 10:59 WITA

BEDAH BUKU

Menyembah Bendoro Cuan: Catatan Perlawanan dari Pinggir Zaman

Jumat, 5 Jun 2026 - 00:42 WITA