Menjaga Jejak Ulama: Khidmat Haul ke-11 TGH Musthafa Kamal di Pesinggahan

Senin, 6 April 2026 - 16:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keteladanan TGH Musthafa Kamal terletak pada laku, bukan semata pada ujaran (Foto: ppid kota mataram/ceraken.id_

Keteladanan TGH Musthafa Kamal terletak pada laku, bukan semata pada ujaran (Foto: ppid kota mataram/ceraken.id_

CERAKEN.ID — Suasana sore di Masjid Al Musthafa, Lingkungan Pesinggahan, terasa berbeda dari hari-hari biasa. Pada Minggu (05/04/2026), lantunan doa dan zikir mengalun pelan, menyatu dengan keheningan yang khidmat.

Masyarakat dari berbagai penjuru berkumpul, bukan sekadar untuk mengenang, tetapi juga merawat jejak spiritual yang telah ditinggalkan oleh seorang ulama kharismatik: TGH Musthafa Kamal.

Peringatan haul ke-11 Almagfurlah Maulana Syekh TGH Musthafa Kamal itu menjadi ruang perjumpaan antara masa lalu dan masa kini. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Mataram, Mujiburrahman, bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, para tuan guru, alim ulama, serta keluarga besar almarhum yang datang dari berbagai wilayah di Pulau Lombok.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah suasana yang sarat makna, TGH Mujiburrahman didaulat memimpin doa. Suaranya yang tenang namun penuh penekanan spiritual menggema di dalam masjid, seolah mengikat seluruh jamaah dalam satu kesadaran: bahwa warisan ulama bukan hanya dikenang, tetapi juga harus dilanjutkan.

Doa yang dipanjatkan bukan sekadar ritual, melainkan bentuk penghormatan atas perjuangan panjang para tuan guru dalam membimbing umat.

Baca Juga :  Menjaga Amanah di Tengah Kekuasaan: Ikhtiar Mataram Memperkuat Integritas

Nama TGH Musthafa Kamal sendiri bukanlah sosok yang asing di kalangan masyarakat Lombok, khususnya di Pesinggahan. Ia dikenal sebagai ulama yang menempuh jalan sunyi, hidup sederhana, namun kaya akan pengaruh spiritual.

Sejak usia muda, beliau telah menunaikan amanah keluarga untuk menimba ilmu hingga ke Makkah Al-Mukarramah, sebuah perjalanan panjang yang membentuk kedalaman ilmunya sekaligus keteguhan prinsip hidupnya.

Sepulang dari Tanah Suci, jalan dakwah yang ditempuhnya tidak lazim. Ia tidak membatasi diri pada satu majelis atau satu tempat, melainkan bergerak dari satu kampung ke kampung lain, mendatangi masyarakat secara langsung.

Dalam kesederhanaan metode itulah, dakwahnya justru menemukan kekuatan. Ia hadir sebagai bagian dari kehidupan masyarakat, bukan sekadar pengajar, tetapi juga sahabat spiritual bagi jamaahnya.

Keteladanan TGH Musthafa Kamal terletak pada laku, bukan semata pada ujaran. Ia mengajarkan keikhlasan dengan cara hidupnya, menanamkan nilai keimanan melalui sikapnya, dan menunjukkan akhlak mulia lewat tindakan nyata.

Tidak heran jika hingga kini, jejaknya masih terasa hidup di hati para murid dan masyarakat yang pernah bersentuhan langsung dengannya.

Baca Juga :  Ekonomi Tumbuh, Strategi Diperkuat: Mataram Menata Jalan Turunkan Pengangguran

Peringatan haul ini pun tidak berhenti pada doa dan refleksi. Sebagai bagian dari tradisi lokal yang sarat makna, acara dilanjutkan dengan prosesi pengisian simbolis koper bagi calon jamaah haji asal Lingkungan Pesinggahan.

Tradisi ini menjadi penanda kebersamaan, sebuah bentuk dukungan moral dan spiritual dari masyarakat kepada mereka yang akan menunaikan rukun Islam kelima.

Tahun ini, sebanyak empat Jamaah Calon Haji (JCH) dari Pesinggahan akan berangkat ke Tanah Suci. Di tengah prosesi tersebut, harapan dan doa mengalir: agar perjalanan mereka dimudahkan, ibadah mereka diterima, dan sepulangnya nanti dapat membawa keberkahan bagi lingkungan sekitar.

Pada akhirnya, haul ke-11 ini bukan hanya tentang mengenang sosok TGH Musthafa Kamal sebagai individu, tetapi juga tentang menjaga kesinambungan nilai.

Di tengah perubahan zaman yang kian cepat, warisan spiritual para ulama menjadi jangkar yang meneguhkan arah. Dari Pesinggahan, pesan itu kembali ditegaskan: bahwa keikhlasan, kesederhanaan, dan kedekatan dengan umat adalah fondasi yang tak lekang oleh waktu. (*)

Penulis : aks

Editor : ceraken id

Sumber Berita: akun ppid kota mataram

Berita Terkait

Nyimpen di Sekarbela: Merawat Tradisi, Menguatkan Keikhlasan Menuju Tanah Suci
Di Antara Kata dan Bunyi: Menafsir Ampenan Groove
Menjaga Amanah di Tengah Kekuasaan: Ikhtiar Mataram Memperkuat Integritas
Menyatukan Arah, Menguatkan Langkah: Mataram dalam Orkestrasi Pembangunan NTB
Membangun Kota Berbasis Data: Langkah Mataram Menuju Tata Kelola Modern
“Ampenan Groove”: Jejak Puisi, Ritme, dan Energi dari Tepi Kota Lama
Dari Panggung Penghargaan ke Budaya Kinerja: Menjadikan Hattrick Prestasi Mataram Bernilai Jangka Panjang
Ampenan Groove: Resonansi Puisi, Memori, dan Suara yang Menyentuh

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 17:19 WITA

Nyimpen di Sekarbela: Merawat Tradisi, Menguatkan Keikhlasan Menuju Tanah Suci

Jumat, 17 April 2026 - 07:58 WITA

Di Antara Kata dan Bunyi: Menafsir Ampenan Groove

Kamis, 16 April 2026 - 23:10 WITA

Menjaga Amanah di Tengah Kekuasaan: Ikhtiar Mataram Memperkuat Integritas

Kamis, 16 April 2026 - 21:29 WITA

Menyatukan Arah, Menguatkan Langkah: Mataram dalam Orkestrasi Pembangunan NTB

Rabu, 15 April 2026 - 22:58 WITA

Membangun Kota Berbasis Data: Langkah Mataram Menuju Tata Kelola Modern

Berita Terbaru

Halalbihalal KPP NTB. Nilai-nilai itu kembali diteguhkan, dirajut dalam silaturahmi, disemai dalam keikhlasan, dan diharapkan tumbuh menjadi kebahagiaan yang berkelanjutan (Foto: ist/ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Halalbihalal KPP NTB: Menjahit Silaturahmi, Merawat Makna Pasca-Ramadan

Minggu, 19 Apr 2026 - 20:20 WITA

Karya Lukis I Nyoman Sandiya (Foto: aks / ceraken.id)

PAGELARAN

Menaklukkan Ego Lewat Kesederhanaan Warna

Sabtu, 18 Apr 2026 - 20:28 WITA

Kartini Ismail (berdiri di tengah memegang mic), saat kunjungan, yang dihadiri Ibu Melinda Aksa, istri Walikota Makassar, dan berapa pimpinan SKPD (Foto: ist/ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Dari Posyandu ke Pemandi Jenazah: Kisah Kerelawanan Kartini Ismail

Sabtu, 18 Apr 2026 - 15:46 WITA

Mahasiswa KKN Poltekkes Kemenkes Mataram berupaya menanamkan kesadaran kolektif tentang pentingnya pola makan sehat (Foto: as/ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Dari Dapur Rumah ke Upaya Pencegahan Stunting

Sabtu, 18 Apr 2026 - 10:32 WITA