Hemat di Tengah Ketidakpastian: Ikhtiar Mataram Menjaga Layanan dan Harmoni Lebaran

- Penulis

Selasa, 17 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Langkah-langkah kecil seperti penghematan dan penguatan koordinasi justru menjadi fondasi penting (Foto: ppid kota mataram/ceraken.id)

Langkah-langkah kecil seperti penghematan dan penguatan koordinasi justru menjadi fondasi penting (Foto: ppid kota mataram/ceraken.id)

CERAKEN.ID — Di tengah riuh persiapan menyambut Idulfitri, Pemerintah Kota Mataram memilih mengambil jeda; bukan untuk melambat, melainkan untuk lebih waspada. Dalam rapat koordinasi menjelang libur panjang, Senin (16/03/2026), Wali Kota H Mohan Roliskana menyampaikan pesan yang bernuansa kehati-hatian: bersiap menghadapi potensi tekanan ekonomi yang kian terasa di horizon.

Kekhawatiran itu bukan tanpa dasar. Sinyal kemungkinan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) diprediksi akan merambat pada lonjakan harga kebutuhan pokok. Dalam situasi seperti ini, pemerintah daerah dituntut tidak sekadar responsif, tetapi juga antisipatif.

“Tidak ada salahnya kita mulai bersiap-siap,” ujarnya di hadapan jajaran pejabat, mulai dari Sekretaris Daerah hingga lurah se-Kota Mataram.

Namun, yang menarik, kehati-hatian itu tidak dibingkai sebagai kepanikan. Mohan bahkan menegaskan bahwa dirinya tidak sedang “berbagi kegalauan”, melainkan mengajak seluruh perangkat daerah membaca tanda-tanda zaman; baik dari dinamika global hingga kebijakan nasional yang mulai mengarah pada pola kerja fleksibel seperti Work From Anywhere (WFA).

Situasi ini, baginya, mengingatkan pada fase awal pandemi COVID-19, ketika ketidakpastian menjadi bagian dari keseharian.

Baca Juga :  Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal

Dari sinilah, langkah konkret mulai dirumuskan: penghematan anggaran. Instruksi itu jelas, tetapi tidak kaku.

Pengurangan kegiatan seremonial dan efisiensi penggunaan BBM menjadi prioritas, tanpa mengorbankan layanan publik yang bersifat esensial. Armada pengangkut sampah, pekerjaan infrastruktur, hingga kebutuhan logistik darurat tetap harus berjalan tanpa gangguan.

Pilihan untuk tidak menggelar open house pribadi saat Idulfitri menjadi simbol kecil dari arah kebijakan tersebut. Alih-alih perayaan terpisah, Wali Kota memilih menggabungkannya dalam satu momentum halal bihalal bersama Wakil Wali Kota, Sekda, dan seluruh aparatur sipil negara.

Sebuah keputusan yang tidak hanya mencerminkan efisiensi, tetapi juga menghadirkan makna silaturahmi yang lebih sederhana dan khidmat.

Di sisi lain, perhatian pemerintah kota tidak berhenti pada aspek ekonomi. Momentum hari raya, yang selalu identik dengan lonjakan aktivitas masyarakat, juga menjadi perhatian serius.

Tahun ini, Mataram dihadapkan pada dua perayaan besar yang berdekatan: pawai ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi dan pawai takbir menyambut Idulfitri.

Beruntung, keduanya tidak berlangsung pada waktu yang sama. Namun demikian, potensi keramaian tetap memerlukan pengelolaan yang cermat.

Baca Juga :  Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan

Pemerintah kota pun didorong untuk memperkuat koordinasi dengan aparat Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia guna menjaga kondusivitas kota.

“Keramaian pasti ada, aktivitas masyarakat meningkat. Karena itu kita harus mencegah persoalan yang bisa memantik hal-hal negatif,” tegas Mohan.

Selain keamanan, wajah kota juga menjadi perhatian. Taman-taman kota diminta tetap terawat, sementara petugas kebersihan disiagakan agar ritme pengangkutan sampah tidak terganggu selama libur panjang.

Dalam konteks ini, kebersihan bukan sekadar urusan estetika, melainkan bagian dari pelayanan publik yang langsung dirasakan masyarakat.

Apa yang dilakukan Pemerintah Kota Mataram sejatinya adalah upaya menjaga keseimbangan: antara efisiensi dan pelayanan, antara kewaspadaan dan ketenangan, antara perayaan dan keteraturan. Di tengah bayang-bayang ketidakpastian global, langkah-langkah kecil seperti penghematan dan penguatan koordinasi justru menjadi fondasi penting.

Sebab pada akhirnya, kota tidak hanya diukur dari seberapa meriah perayaannya, tetapi juga dari seberapa siap ia menjaga warganya bahkan ketika ancaman belum sepenuhnya nyata.*

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: akun ppid kota mataram

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal
Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan
Dari Sebuah Logo, Kota Belajar Mengenali Wajah dan Jati Dirinya
Menjaga Integritas, Merawat Kepercayaan: Mataram Didorong Menjadikan Pencegahan Korupsi sebagai Budaya
Jangan Melubangi Perahu: Pesan Integritas Wali Kota Mataram untuk ASN
Menyusuri Jejak Wallace, Menghidupkan Kembali Memori Kota Tua Ampenan
Sepak Bola, Sorak Warga, dan Ruang Persaudaraan di RTH Pagutan
Menyemai Integritas dari Mataram: Saat Antikorupsi Menjadi Gerakan Budaya

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:43 WITA

Dari Rokok Legal ke Lapangan Kerja: DBHCHT, Kesejahteraan, dan Perang Bersama Melawan Barang Ilegal

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:05 WITA

Beda Iman, Saling Menguatkan: Mataram Merawat Indonesia dari Ruang Kebersamaan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:28 WITA

Dari Sebuah Logo, Kota Belajar Mengenali Wajah dan Jati Dirinya

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:49 WITA

Menjaga Integritas, Merawat Kepercayaan: Mataram Didorong Menjadikan Pencegahan Korupsi sebagai Budaya

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:34 WITA

Jangan Melubangi Perahu: Pesan Integritas Wali Kota Mataram untuk ASN

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA