Menata Kota, Menjaga Nafas Ekonomi: Harmoni Kolaborasi di Lapangan Malomba

Kamis, 23 April 2026 - 21:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sinergi antara Pemerintah Kota Mataram dan Lanal Mataram juga memperlihatkan bahwa pembangunan kota tidak bisa dilakukan secara parsial (Foto: pemkot mataram/ceraken.id)

Sinergi antara Pemerintah Kota Mataram dan Lanal Mataram juga memperlihatkan bahwa pembangunan kota tidak bisa dilakukan secara parsial (Foto: pemkot mataram/ceraken.id)

CERAKEN.ID — Langkah Pemerintah Kota Mataram dalam menata wajah kota kembali menunjukkan arah yang tidak sekadar administratif, tetapi juga bernuansa strategis dan humanis.

Audiensi antara Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, dengan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Mataram, Kolonel Laut (P) Aseptri Prabowo, menjadi cermin bagaimana tata kelola kota hari ini tidak bisa berdiri sendiri, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor.

Di tengah dinamika urban yang terus berkembang, ruang dialog seperti ini menghadirkan harapan akan lahirnya kebijakan yang tidak hanya rapi di atas kertas, tetapi juga terasa adil di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertemuan tersebut mengerucut pada satu titik penting: Lapangan Legenda Malomba. Sebuah ruang publik yang selama ini hidup dengan berbagai aktivitas masyarakat, sekaligus menyimpan potensi besar sebagai wajah representatif kota.

Tidak berlebihan jika kawasan ini dipandang sebagai simpul strategis, tempat di mana estetika kota, fungsi sosial, dan denyut ekonomi bertemu dalam satu lanskap yang dinamis.

Ruang Publik sebagai Wajah Peradaban Kota

Penataan Lapangan Malomba bukan sekadar soal memperindah ruang atau menertibkan tata letak. Lebih dari itu, ia menyangkut bagaimana kota memaknai ruang publik sebagai bagian dari identitas peradaban. Kota yang baik bukan hanya yang tertib secara fisik, tetapi juga mampu menghadirkan rasa nyaman, inklusif, dan berdaya guna bagi warganya.

Baca Juga :  Menjaga Laju Penurunan Kemiskinan dan Stunting di Kota Mataram

Dalam konteks ini, langkah Pemerintah Kota Mataram patut diapresiasi. Ada kesadaran bahwa ruang publik harus menjadi milik bersama, bukan hanya bagi pejalan kaki atau pengguna fasilitas, tetapi juga bagi pelaku ekonomi kecil yang menggantungkan hidupnya di sana.

Penataan yang dirancang tidak menghapus keberadaan, melainkan mengelola agar semua pihak tetap memiliki ruang yang layak.

Pendekatan ini menunjukkan pergeseran paradigma: dari sekadar penertiban menuju penataan berbasis keberlanjutan. Kota tidak lagi dilihat sebagai objek yang harus dikendalikan, melainkan sebagai ekosistem yang perlu dijaga keseimbangannya.

UMKM dan Denyut Ekonomi yang Dijaga

Salah satu aspek paling krusial dalam pembahasan tersebut adalah keberadaan pelaku UMKM di sekitar Lapangan Malomba. Mereka bukan sekadar pelengkap suasana, melainkan bagian penting dari denyut ekonomi lokal. Oleh karena itu, penataan yang dilakukan dengan pendekatan humanis menjadi kunci agar kebijakan tidak menimbulkan resistensi sosial.

Di sinilah letak kekuatan dari langkah yang diambil. Pemerintah tidak menempatkan UMKM sebagai masalah, melainkan sebagai mitra yang perlu diakomodasi. Penertiban yang dirancang tetap memberi ruang bagi mereka untuk beraktivitas, namun dalam tata kelola yang lebih rapi, nyaman, dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Menjaga Jejak Ulama: Khidmat Haul ke-11 TGH Musthafa Kamal di Pesinggahan

Pendekatan solutif ini mencerminkan keberpihakan yang cerdas. Alih-alih mematikan usaha kecil, kebijakan justru diarahkan untuk memperkuat mereka melalui penataan yang lebih terstruktur. Dengan demikian, estetika kota meningkat tanpa mengorbankan sumber penghidupan masyarakat.

Lebih jauh, sinergi antara Pemerintah Kota Mataram dan Lanal Mataram juga memperlihatkan bahwa pembangunan kota tidak bisa dilakukan secara parsial. Kolaborasi lintas institusi membuka peluang lahirnya solusi yang lebih komprehensif; menggabungkan aspek keamanan, ketertiban, hingga pengembangan ekonomi.

Secara keseluruhan, langkah ini layak mendapatkan tanggapan positif. Pemerintah Kota Mataram tidak hanya menunjukkan komitmen dalam menata kota, tetapi juga keberanian untuk mengedepankan pendekatan yang berimbang antara estetika dan ekonomi.

Jika konsistensi ini terus dijaga, bukan tidak mungkin Lapangan Malomba akan menjadi model penataan ruang publik yang inspiratif; tidak hanya bagi Mataram, tetapi juga bagi kota-kota lain yang tengah mencari bentuk terbaik dalam merawat ruang dan warganya.

Pada akhirnya, kota yang baik bukan hanya yang terlihat indah, tetapi juga yang mampu merangkul semua kepentingan di dalamnya. Dan dari Malomba, kita melihat bahwa arah itu sedang diupayakan dengan sungguh-sungguh. (*)

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: akun ppid kota mataram

Berita Terkait

Melampaui Batas Fiskal: Mataram dan Jalan Baru Pembiayaan Daerah
Menjemput Kemandirian Fiskal: Jalan Kreatif Kota Mataram
Mataram Tanpa Sekat: Merawat Kebersamaan dalam Keberagaman
Nyimpen di Sekarbela: Merawat Tradisi, Menguatkan Keikhlasan Menuju Tanah Suci
Di Antara Kata dan Bunyi: Menafsir Ampenan Groove
Menjaga Amanah di Tengah Kekuasaan: Ikhtiar Mataram Memperkuat Integritas
Menyatukan Arah, Menguatkan Langkah: Mataram dalam Orkestrasi Pembangunan NTB
Membangun Kota Berbasis Data: Langkah Mataram Menuju Tata Kelola Modern

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 21:10 WITA

Menata Kota, Menjaga Nafas Ekonomi: Harmoni Kolaborasi di Lapangan Malomba

Kamis, 23 April 2026 - 13:10 WITA

Melampaui Batas Fiskal: Mataram dan Jalan Baru Pembiayaan Daerah

Selasa, 21 April 2026 - 10:57 WITA

Menjemput Kemandirian Fiskal: Jalan Kreatif Kota Mataram

Senin, 20 April 2026 - 10:00 WITA

Mataram Tanpa Sekat: Merawat Kebersamaan dalam Keberagaman

Minggu, 19 April 2026 - 17:19 WITA

Nyimpen di Sekarbela: Merawat Tradisi, Menguatkan Keikhlasan Menuju Tanah Suci

Berita Terbaru

Langkah ini bukan sekadar respons jangka pendek terhadap keterbatasan anggaran. Ia mencerminkan upaya untuk membangun fondasi keuangan yang lebih adaptif, inovatif, dan berkelanjutan (Foto: pemkot mataram / ceraken.id)

AJONG MENTARAM

Melampaui Batas Fiskal: Mataram dan Jalan Baru Pembiayaan Daerah

Kamis, 23 Apr 2026 - 13:10 WITA